NTB.Suara.com – Timnas Indonesia U-22 tampil perkasa di dua laga awal babak penyisihan Grup A SEA Games 2023. Dibalik kepercayaan diri para pemain Timnas Indonesia U-22 ada kiat yang diberikan sang pelatih, Indra Sjafri yang memanfaatkan jasa psikolog untuk menjaga mental dan motivasi bertanding anak asuhnya.
Seperti diketahui dalam dua laga awal SEA Games 2023, Timnas Indonesia U-22 tampil garang dengan melibas semua lawannya dengan skor telak. Usai menghajar Filipina dengan skor 3-0 di laga pembuka, kemarin Rizky Ridho dan kolega menekuk Myanmar dengan skor lebih telak 5-0.
Dua kemenangan itu menjadikan Timnas Indonesia U-22 pemuncak klasemen sementara Grup A SEA Games 2023 dan membuka jalan mereka semakin lapang untuk lolos ke babak berikutnya.
Indra Sjafri pun mengungkapkan peran psikolog sangat penting dalam membangun kekompakan timya. Karena tidak semua pemain bisa mengikuti pemusatan latihan jelang SEA Games 2023 lebih awal.
Bahkan dua pemain abroad yakni Marselino Ferdinan yang mempekuat klub Liga 2 Belgia, KMSK Deinze dan Pratama Arhan yang memperkuat klub Liga 2 Jepang, Tokyo Verdy bergabung di menit-menit akhir jelang keberangkatan ke Kamboja.
“Ini terus terang yang baru berkumpul lengkap kan 5 hari sebelum kami ke Kamboja pada tanggal 25 April 2023. Dari setiap pertandingan, anak-anak chemistry semakin baik,” ungkap Indra Sjafri dikutip NTB.Suara.com dari laman resmi PSSI, Jumat (5/5/2023).
“Saya juga minta bantu tim psikolog hadir ke Kamboja. Ini untuk buat mereka semakin jadi satu dan masalah mental kami dibantu tim psikolog,” terang eks pelatih Bali United itu.
Indra Sjafri menyebut kemenangan telak dari Myanmar memang berjalan sesuai dengan skenarionya. Ia juga menyebut rotasi pemain yang diterapkannya saat melawan Myanmar berjalan dengan baik.
“Ini pertandingan kedua dari kami dan sesuai dengan rencana bahwa pertandingan di grup akan ada rotasi pemain,” ungkap Indra Sjafri.
Baca Juga: Pelat Dinas Polri di Mazda Milik Koboi Jalanan Jakbar Palsu, Aslinya Terpasang di Mobil Kijang Ini
Pelatih asal Padang, Sumatera Barat itu menyebut kebijakan rotasi yang dilakukan bukan hanya masalah recovery tetapi juga mencari komposisi terbaik skuad Timnas Indonesia U-22 di babak semifinal dan final yang akan menghadapi lawan-lawan lebih tangguh.
“Ini bukan dalam rangka recovery karena recovery kita cukup panjang tapi dalam rangka untuk mencari dream team. Untuk nanti Insya Allah tampil di semifinal dan final,” tandas Indra Sjafri. (Ainul Yaqin/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati