NTB.Suara.com - Ken Setiawan yang bersumpah sebagai anggota Negara Islam Indonesia (NII) membongkar banyak penyimpangan yang telah dilakukan oleh Al Zaytun.
MUI pernah menyelidiki bahwa dibalik pondok Al Zaytun ada sebuah organisasi terlarang bernama NII. Berikut ini adalah pengakuan mengejutkan dari mantan anggotanya.
“Bukan hanya sholat, rukun Islamnya dirubah. Syahadatnya dirubah, ditambah tiada negara selain negara Islam” kata Ken Setiawan dikutip YouTube Herri Pras, Kamis (11/5/2023).
Dengan kata lain menyebutkan bahwa seseorang yang bernegara selain negara Islam masuk dalam golongan orang-orang kafir.
NII menjadi kelompok takfiri atau mudah mengkafirkan orang-orang di luar kelompoknya. Tak hanya menyimpang dalam syahadat, tapi juga dalam hal sholat.
“Ini bukan hanya berjarak, sholat itu belum diwajibkan. Karena menganggap Indonesia masih jahiliyah jadi belum wajib sholat,” kata Ken Setiawan.
Selain sholat, Al Zaytun juga disebut merubah rukun Islam yang lain.
“Puasa bukan puasa Ramadhan, ibadah haji juga bukan ke Mekkah, tapi ke Indramayu setiap tahun sekali 1 Muharram,” Lanjut Ken.
Ken juga menceritakan bahwa orang-orang yang masuk menjadi anggota NII, hartanya akan dikeruk habis-habisan untuk berinfaq dalam jumlah fantastis, hingga rela jual tanah dan rumahnya. Bahkan mereka berubah akhlaknya menjadi buruk dengan mengkafirkan orang tua, keluarga dan orang terdekatnya.
Baca Juga: Makin Panas! Usai Lolly Bongkar Aib Nikita Mirzani, Antonio Siap Mengadopsinya
Masa depan mereka juga dihancurkan dengan ‘memaksa’ berhenti kuliah dan bekerja demi memperjuangkan NII yang beribukota di Al Zaytun.
Fakta-fakta yang telah diungkapnya tersebut ternyata tidak dipercaya oleh pihak pemerintah, meski para mantan anggota NII telah bersumpah untuk berkata jujur di depan MUI. (Riadin Asy/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Studio DEEN Siap Garap Anime Baru Higurashi: When They Cry Setelah 20 Tahun
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Ditempa Sang Waktu: Berapapun Seringnya, Patah Hati itu Tetap Sakit!
-
ASDP Operasikan 29 Kapal untuk Jaga Kelancaran Logistik Ketapang-Gilimanuk
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama