/
Minggu, 14 Mei 2023 | 10:42 WIB
Ilustrasi - Shaf shalat dicampur antara pria dan wanita di Ponpes Al Zaytun yang menjadi kontroversi. (Instagram/@kepanitiaanalzaytun)

NTB.Suara.com - Ken Setiawan yang bersumpah sebagai anggota Negara Islam Indonesia (NII) membongkar banyak penyimpangan yang telah dilakukan oleh Al Zaytun.

MUI pernah menyelidiki bahwa dibalik pondok Al Zaytun ada sebuah organisasi terlarang bernama NII. Berikut ini adalah pengakuan mengejutkan dari mantan anggotanya.

“Bukan hanya sholat, rukun Islamnya dirubah. Syahadatnya dirubah, ditambah tiada negara selain negara Islam” kata Ken Setiawan dikutip YouTube Herri Pras, Kamis (11/5/2023).

Dengan kata lain menyebutkan bahwa seseorang yang bernegara selain negara Islam masuk dalam golongan orang-orang kafir.

NII menjadi kelompok takfiri atau mudah mengkafirkan orang-orang di luar kelompoknya. Tak hanya menyimpang dalam syahadat, tapi juga dalam hal sholat.

“Ini bukan hanya berjarak, sholat itu belum diwajibkan. Karena menganggap Indonesia masih jahiliyah jadi belum wajib sholat,” kata Ken Setiawan.

Selain sholat, Al Zaytun juga disebut merubah rukun Islam yang lain.

“Puasa bukan puasa Ramadhan, ibadah haji juga bukan ke Mekkah, tapi ke Indramayu setiap tahun sekali 1 Muharram,” Lanjut Ken.

Ken juga menceritakan bahwa orang-orang yang masuk menjadi anggota NII, hartanya akan dikeruk habis-habisan untuk berinfaq dalam jumlah fantastis, hingga rela jual tanah dan rumahnya. Bahkan mereka berubah akhlaknya menjadi buruk dengan mengkafirkan orang tua, keluarga dan orang terdekatnya.

Baca Juga: Makin Panas! Usai Lolly Bongkar Aib Nikita Mirzani, Antonio Siap Mengadopsinya

Masa depan mereka juga dihancurkan dengan ‘memaksa’ berhenti kuliah dan bekerja demi memperjuangkan NII yang beribukota di Al Zaytun.

Fakta-fakta yang telah diungkapnya tersebut ternyata tidak dipercaya oleh pihak pemerintah, meski para mantan anggota NII telah bersumpah untuk berkata jujur di depan MUI. (Riadin Asy/*)

Load More