NTB.Suara.com - Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas atau Alishter bekerja sama dengan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, memberikan pelatihan kepada 100 orang petani tentang tata cara penggunaan dan pemanfaatan pestisida terbatas secara efektif, efisien, aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan.
Pelatihan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Ir. Muhammad Kamrin, bersama Ketua Alishter Muliadi Benteng, dan Direktur Industri Kimia Hulu, Kementerian Perindustrian, yang diwakili oleh Tri Linda Yanti, di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (8/8/2023).
Dalam sambutannya, Ketua Alishter Muliadi Benteng menjelaskan Alishter dibentuk pada 2015 dan mulai melakukan pelatihan kepada para petani sejak 2016 dengan tujuannya agar para pengguna herbisida terbatas, khususnya parakuat di Indonesia isa menggunakan secara efeisin, efektif dan aman. Artinya meminimalkan dampaknya baik terhadap manusia dan lingkungan.
"Sejak 2016 kami telah melaksanakan pelatihan di 302 kabupaten/kota di 28 provinsi dan di NTB sudah kesekian kali sejak 2016. Hari ini di Kabupaten Lombok Tengah yang menjadi daerah ke-303, dan pada Kamis (11/8), kami akan menggelar pelatihan lagi di Kabupaten Sumbawa, NTB," katanya.
Ia juga memaparkan bahwa tenaga kerja di sektor pertanian, berdasarkan data statistik dari tahun ke tahun terus menurun. Sebab, sebagian keluarga yang berada di desa merantau ke kota.
Untuk itu, herbisida terbatas menjadi alternatif dan sebagai teknologi yang bisa menggantikan tenaga kerja dan menekan biaya produksi usaha tani.
Namun demikian, lanjut Muliadi, karena herbisida adalah bahan kimia yang bersifat racun maka harus digunakan secara benar dan bijaksana serta hati-hati agar tidak menimbulkan dampak kepada penggunanya atau yang menyemprot, termasuk tanaman dan lingkungan.
"Oleh karena itu, kami hari ini memberikan materi terkait peraturan dan perizinan, serta bagaimana memahami cara menyimpan dan memusnahkan pestisia. Dinas Kesehatan juga memberikan materi tentang pencegahan dan penanggulangan darurat kalau terjadi keracunan," ujarnya.
Dari Alister, kata dia, juga memberikan materi bagaimana menggunakan herbisida secara bijaksana, aman dan efektif. Terakhir pelatihan bagaimana cara mengkalibrasi alat supaya lebih efektif dan efisien dalam penggunaannya.
Adapun penganggaran kegiatan pelatihan yang sudah dilaksanakan di 303 kabupaten/kota seluruhnya ditanggung oleh Alishter, sehingga tidak membebani anggaran pemerintah. Sebab, Alishter sudah menjadi mitra kerja pemerintah dari tahun ke tahun.
Selain memberikan sertifikat kompetensi, Alishter juga memberikan doorprize atau hadiah kepada para petani peserta pelatihan yang berhasil menjawab pertanyaan seputar materi pelatihan. Hadiahnya berupa sepatu boot dan handsprayer.
"Insya Allah tahun depan balik lagi ke NTB, supaya makin banyak memahami, makin sehat di dalam menggunakan herbisida," ucap Muliadi.
Sementara itu, Perwakilan Direktorat Industri Kimia Hulu, Kementerian Perindustrian, Tri Linda Yanti, mengatakan dunia internasional melalui PBB ingin melarang parakuat karena memiliki potensi bahaya yang lebih tinggi daripada herbisida sistemik. Saat ini, yang beredar di Indonesia, ada herbisida kontak dan herbisida sistemik.
Pihaknya juga hadir setiap tahun di sidang PBB untuk memperjuangkan agar herbisida terbatas atau parakuat tidak dibatasi. Sebab, kalau dibatasi akan susah dalam kegiatan ekspor-impor, di mana produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan seluruh herbisida parakuat di Indonesia.
"Syarat yang diberikan saat kami berargumen dibuktikan dengan tidak terjadi kecelakaan atau kematian karena salah penggunaan dari herbisida. Tentunya ujung tombak dari hal ini adalah para petani," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Donald Trump Tepis Keluhan Prajurit USS Abraham Lincoln di Tengah Perang Iran
-
Kerusakan Meluas di Flores Akibat Gempa 7.0 dengan Peringatan Tsunami
-
3 Smartwatch Anak dengan GPS Tracker, Bisa Telepon dan Pantau Lokasi Si Kecil
-
Daftar Harga HP realme Agustus 2026, Baterai Jumbo Ramah di Kantong
-
Kisah Bli Nyoman Merawat Alam di Desa Sejahtera Astra, Les Buleleng Bali
-
Sekat Rasa dan Hati yang Terhentak
-
Penjelasan NASA Bumi Tidak Mengelilingi Matahari
-
Mendagri Tegaskan Daerah Fiskal Rendah dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD
-
2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz
-
Perbedaan Shio Tikus Elemen Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air: Begini Karakternya