NTB.Suara.com - Pemerintah Provinsi NTB terus berikhtiar meningkatkan perekonomian dari berbagai sektor. Salah satunya dengan menciptakan desa industri yang berbasis potensi wilayah yang merupakan gagasan baru dari Dinas Perindustrian NTB.
Desa industri yang dimaksud adalah ketika desa mampu memanfaatkan dan memberdayakan hingga menciptakan pembaharuan dari potensi masing-masing desa yang bisa dimanfaatkan ke dalam hal baru hingga ada daya tarik bagi konsumen yang bernilai. Itulah yang disebut dengan industrialisasi atau Desa Industri.
"Industrialisasi adalah bagian dari proses modernisasi, di mana perubahan sosial dan perkembangan ekonomi erat hubungannya dengan inovasi atau pembaharuan," kata Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, dalam rapat bersama Akademisi dan Saintis Indonesia (ASASI) Wilayah NTB, di aula Halal Industrial Park, Dinas Perindustrian NTB, di Mataram, Senin (28/8/2023).
Hadir dalam rapat tersebut Ketua ASASI Wilayah NTB, Dr. Teti Zubaidah, perwakilan dari BRIN dan beberapa representasi kepala desa (Kades) se-NTB, antara lain Kades Darmaji, Kades Senggigi, Kades Gapuk, Kades Mamben, Kades Semoyang, Kades Grimax, dan Kades Buwun Sejati.
Dalam pertemuan tersebut, Nuryanti memaparkan tentang desanomics yang menjadi jembatan menuju penciptaan komunitas pembaharuan berbasis lokasi fisik atau non fisik hingga edukasi, khususnya desa, sebagai landasan perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Desanomics sebagai jalan kolaborasi komunitas hingga masyarakat pada umumnya perdesaan sosial DKM, pesantren, koperasi, BUMDes, dan pemerintah desa untuk mereposisi desa menjadi basis ekonomi pangan halal yang berkemajuan.
Menurutnya, industrialisasi adalah terobosan baru di NTB. Industrialisasi tidak semata-mata membangun gedung megah atau pabrik besar, melainkan industrialisasi yang digaungkan di NTB, adalah mulai dari sederhana, dari sesuatu yang tidak bernilai bisa menjadi hal luar biasa dan bisa dimanfaatkan ke dalam hal baru.
"Maka dari itu kami ingin memulai semua itu dari desa yang kami sebut yaitu Desa Industri atau Desanomics. Desanomics merupakan seruan bagi gerakan Bela Desa, Desanomics bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan uang dari orang lain, melainkan tentang mendapatkan kepercayaan dari penduduk setempat di komunitas tempat calon pengusaha pemula hadir. Bagaimana kita bisa menciptakan pasar baru bagi para masyarakat ataupun para UMKM di desa," ujar Nuryanti.
Kepala ASASI Wilayah NTB, Dr. Teti Zubaidah, mengatakan NTB sangat kaya akan pembaharuan dari hal kecil hingga besar. Semua ada di NTB, tinggal bagaimana tata kelolanya agar sempurna.
Baca Juga: Mencuat Wacana Duet dengan AHY, Sandiaga Uno Bilang Begini
Ia menambahkan mewujudkan desa-desa yang menjadi target dengan tujuan yang strategis, yaitu skala internasional. Namun, hal tersebut perlu membimbing kesadararan masyarakat.
"Provinsi yang kaya akan semua hal, itu ada di NTB. Apa lagi dengan pangannya atau hasil panen di NTB selalu menjadi urutan pertama, untuk itu kami di ASASI sangat menanti kerja sama seperti yang diharapkan bersama," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sengigigi, Mastur, memaparkan keadaan desanya hingga potensi yang ada. Menurutnya, begitu besar peluang pasar di daerahnya, mulai dari perhotelan, kafe, wisata pantai dan lain sebagainya. Semua hal itu bisa dijadikan peluang untuk warga desa Senggigi memasarkan produk hingga pangan yang menjadi potensi dari desa tersebut.
"Kami di Senggigi sangat bersyukur dengan dijadikannya Senggigi tempat wisata. Kami mudah dalam memasarkan produk dan potensi desa kami. Dari hotel tingga tempat rekreasi lainnya menjadi ladang pasar bagi para UMKM kami," tuturnya.
Dari penyampaian perwakilan kepala desa yang hadir hampir semuanya sama, yaitu mengharapkan kolaborasi dari semua aspek. Sebab dari semua desa di NTB, mempunyai potensi masing-masing dalam mengembangkan desanya, tinggal bagaimana semua aspek hingga stakeholder mampu berjalan beriringan menuju pembaharuan yang berkemajuan.
Kemudian, langkah konkret atau upaya pemerintah untuk mewujudkan desa industri dan desanomics adalah dengan memulai bekerja sama dengan semua pihak salah satunya adalah perangkat desa. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati