NTB.Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-24 Indra Sjafri masih kebingungan dengan keputusan wasit yang menganulir gol Ramadhan Sananta saat melawan Uzbekistan pada babak 16 besar Asian Games 2022 (2023), Kamis (28/9).
Sampai pertandingan selesai, Indra Sjafri masih mempertanyakan mengapa gol penyerang dari Persis Solo itu dianulir wasit.
Hal tersebut seperti terungkap dalam konferensi pers. Pelatih asal Sumatera Barat itu masih bertanya-tanya apakah gol Ramadhan Sananta berbau off side.
"Sebenarnya kita tadi sampai sekarang kami gak tahu kenapa gol (Sananta) yang tadi dianulir oleh wasit, apakah memang offside," kata Indra penuh tanya, dilansir dari Antara, Jumat (29/9/2023)
Indra Sjafri pun menyatakan, untuk even sebesar Asian Games ini sudah seharusnya disediakan perangkat Video Assistant Refferee (VAR) atau asisten wasit video.
"Tentu di ajang sebesar ini perlu ada VAR untuk bisa benar-benar valid offside atau tidak offside," katanya.
Momen gol Ramadhan Sananta dianulir wasit terjadi pada babak kedua perpanjangan waktu. Persisnya pada menit ke-110.
Saat itu Rizky Ridho melakukan tendangan bebas ke arah mulut gwang, dan disambar Sananta melalui sundulan.
Penggawa Timnas sudah merayakan gol tersebu. Pelatih Indra Sjafri dan para asisten, termasuk Kurniawan Dwi Yulianto juga sudah melakukan sujud syukur di tepi lapangan.
Baca Juga: Ditekan Habis-habisan, Timnas Indonesia Malah Beberapa Kali Ancam Gawang Uzbekistan
Para pemain Uzbekistan juga sudah terbengong-bengong saling menyalahkan karena gagal mengantisipasi gol Sananta.
Tiba-tiba wasit menganulir gol tersebut. Hakim garis dalam pertandingan tersebut menilai Sananta off side. Sejumlah pemain Indonesia, termasuk Sananta, Rizky Ridho, dan Alfeandra Dewangga terlihat melakukan protes terhadap hakim garis dan wasit.
Ramai Rumakiek yang sudah ditarik keluar untuk duduk di bench pemain ikut mendatangi hakim garis memprotes gol tersebut.
Seandainya gol Sananta disahkan, skor menjadi 1-1. Dan bisa saja mengubah jalannya pertandingan.
Apalagi, dalam babak tambahan waktu itu, pressing ketat yang dilakukan Tim Uzbekistan sudah tidak seintensif dalam babak pertama waktu normal.
Justru, Timnas Indonesia terlihat sudah bisa menguasai keadaan, dan bangkit membangun serangan-serangan ke jantung pertahanan Uzbekistan.
Berita Terkait
-
Wonderkid Persib Beckham Putra Berangkat Bareng Ramadhan Sananta ke China, Netizen +62 Malah Protes
-
Bung Akmal Singgung Sanksi PSSI ke Persis Solo yang Tahan Ramadhan Sananta, Kolega Kaesang Pangarep Sewot
-
Indra Sjafri Bongkar Drama Ramadhan Sananta Batal Bela Timnas: Persis Sudah Setuju-Dibelikan Tiket Pesawat
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Kemenag Pastikan Tunjangan Guru Lulusan PPG 2025 Cair Maret 2026 Jelang Lebaran
-
Persiapan Pernikahan Jennifer Coppen Terungkap, Sudah Test Makeup dan Desain Gaun Pengantin
-
Timnas Futsal Indonesia vs Jepang Jadi Reuni Kedua Pelatih dan Pemainnya
-
Bukan Sekadar Rusak! Misteri Galian Kabel Jadi Biang Kerok Jalan Margasatwa Raya Bolong Terus
-
Peluang Terbuka! Hector Souto Ungkap Syarat Timnas Futsal Indonesia Bisa Menang Lawan Jepang
-
3 Rekomendasi Sedan Bekas Modal Rp30 Jutaan, Tahun 2000-an: Nyaman, Irit, dan Anti Rewel!
-
Susul Farida Nurhan, Bobon Santoso Umumkan Pensiun dari YouTube, Jual Akun Rp20 miliar
-
Naturalisasi Rasa Eropa, Karier Rasa Lokal! Eks PSM Puji Mental Baja Marselino Ferdinan
-
Purbaya: Penerimaan Pajak Naik 30% Jadi Rp 116,2 T di Januari 2026, Bea Cukai & PNBP Lemah
-
Daftar Saham IPO Lewat Shinhan Sekuritas, Mayoritas 'Gorengan'?