NTB.suara.com - Daihatsu Sigra, salah satu mobil dalam segmen murah atau biasa disebut Low Cost Green Car (LCGC), telah menjadi pilihan yang populer di Indonesia. Namun, seiring dengan harganya yang terjangkau, terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan oleh calon pembeli mobil bekas. Khususnya untuk Sigra keluaran 2019 ke bawah.
Beberapa kelemahannya adalah kualitas material yang cukup sederhana, terutama pada bagian bodinya. Bodinya yang tipis bisa membuatnya rentan terhadap kerusakan saat bersentuhan dengan kendaraan lain. Ini bisa menjadi kekecewaan bagi pembeli mobil bekas yang mengharapkan material yang lebih kokoh.
Ada juga keluhan suara atau bunyi-bunyian dalam kabin. Bagian head unit sering berguncang atau menjadi longgar akibat jalan yang buruk. Ini tidak hanya mengganggu pengalaman berkendara tetapi juga dapat memengaruhi keselamatan penumpang.
Mobil ini juga memiliki peredaman yang kurang memadai, sehingga suara dari luar kabin masih terdengar. Ini dapat mengganggu kenyamanan pengemudi dan penumpang. Modifikasi dengan peredam tambahan mungkin diperlukan, namun, ini akan menambah biaya tambahan.
Aliran udara AC dari bagian depan tidak didistribusikan dengan baik ke baris kedua dan ketiga. Ini bisa mengakibatkan penumpang di baris belakang merasa panas, terutama pada cuaca panas. Pengemudi sering harus menyesuaikan posisi AC untuk mengatasi masalah ini.
Untuk ruang penumpang sendiri, baris ketiga Daihatsu Sigra sangat sempit, sehingga tidak nyaman bagi penumpang dewasa, terutama yang tingginya di atas 165 cm. Ini dapat mengurangi kenyamanan perjalanan, terutama untuk jarak jauh.
Selain itu, performa mesin Sigra berkapasitas 1.200 cc dianggap biasa saja, dan rem dengan teknologi ABS hanya tersedia pada beberapa varian. Ini perlu diperhatikan oleh pembeli yang mengutamakan fitur keamanan.
Meskipun Daihatsu Sigra memiliki beberapa kekurangan, mobil ini tetap menjadi pilihan yang populer di pasar Indonesia berkat harganya yang terjangkau. Bagi calon pembeli, penting untuk mempertimbangkan kekurangan ini dan memastikan kesiapan dalam menghadapinya. Lebih dari itu, keahlian dalam mengemudi juga menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan di jalan. (*)
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Tundukkan PSIS Semarang, Rans Nusantara FC Bersaing di Papan Atas Klasemen
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Spesial Agustus, BRI Tebar Promo Spesial Diskon di Raja Susu
-
8 Cara Mengatasi Cushion yang Terasa Terlalu Pekat atau Terlalu Cair
-
Presiden Beberkan PFII: Lokasi di Jakarta, Bahasanya Inggris dan Kemungkinan Ada Hakim Asing
-
Penanganan Karhutla Bromo Fokus Pembasahan Delapan Hotspot
-
AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2027, Targetnya 6%
-
9 Rekomendasi Serum Anti Aging yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui
-
Bursa Mineral Akan Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi di 2027
-
DPR Kaji Usul Prabowo Bentuk Pengadilan AD Hoc Adili Pengurus BUMN
-
Daftar Pengalihan Arus Jalan Protokol Jakarta Saat Perayaan HUT RI ke-81
-
Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR