Suara.com - Pengguna sepeda motor secara umum untuk kebutuhan transportasi, tentu berbeda dengan pencinta sepeda motor atau mereka yang disebut dengan para bikers. Orang-orang golongan kedua ini adalah pengendara yang memang menyukai menunggang motornya, bila perlu sampai keliling kota atau bahkan negara.
Tentu, walau kenyataannya ada begitu banyak (berjuta-juta) sepeda motor di jalanan sana, di Jakarta saja misalnya, hanya sebagian yang merupakan biker atau pencinta/pengendara motor sejati. Oleh sebab itu, bagi Anda yang hanya sesekali naik sepeda motor, atau bahkan tidak pernah dan tak suka sama sekali menaikinya, ada hal-hal yang perlu diperhatikan saat suatu kali berjumpa dan berkomunikasi dengan mereka.
Berikut lima bahan pembicaraan yang harusnya dihindarkan seseorang ketika berbicara dengan biker, sebagaimana catatan Lorraine Roe, seorang perempuan pengendara motor yang juga bersuamikan biker, seperti dimuat Huffington Post:
1. "Dulu saya pernah lihat kecelakaan motor. Parah. Kayaknya pengendaranya tewas di tempat."
Ini jelas bukan sesuatu yang pantas dibicarakan sambil lalu begitu saja, bahkan dengan sembarang orang lain. Apalagi jika disampaikan kepada pengendara motor. Toh, kecelakaan terjadi di mana-mana dan kapan saja, nyaris setiap saat di jalan raya. Semua orang tahu itu.
2. "Sepupuku juga pernah mengalami kecelakaan, lalu dia berhenti naik motor."
Nah, masalahnya, lantas apa hubungannya sepupu Anda dengan teman bicara yang pengendara motor ini? Apakah mungkin, dia sama serampangannya dengan saudara Anda yang mungkin terjatuh karena menyalip tak karuan? Sepupu Anda punya SIM tidak? Ya, intinya, tidak perlu dibicarakanlah.
3. "Saya juga pernah naik motor ke mana-mana, sampai suami/istri saya menyarankan berhenti karena alasan keselamatan, apalagi kami kini sudah punya anak."
Tahukah Anda bahwa sang biker mungkin juga punya pasangan dan anak? Apa tujuan Anda mengatakan hal ini? Apakah ini semacam gaya "passive-aggressive" dalam menyarankan bahwa orang tua tak seharusnya naik sepeda motor lagi? Bagaimana kalau mereka tidak sekhawatir Anda? Yang jelas, mereka menyukainya dan masih meneruskannya, dan Anda harusnya tak "mencampuri" itu.
4. "Hati-hati berkendara, ya." Ini akan bernuansa tidak baik jika khususnya disampaikan dengan mimik muka khawatir. Ya, seolah Anda ingin menunjukkan sikap perhatian, tetapi dengan cara dan pada momen yang salah. Si biker tahu soal hati-hati, tapi jelas tak mengkhawatirkan hal itu. Tidak sampai Anda mengucapkannya, dan itu jelas mengganggu.
5. "Bukan kamu sebagai pengendara yang perlu diwaspadai di jalan, tapi pengemudi mobil. Kadang mereka seolah tak melihat ada sepeda motor."
Ini seolah-olah Anda memberikan analisis ala pakar lalu lintas, sembari berusaha berpihak pada rekan bicara sang pengendara motor. Tapi tujuan Anda apa? Kesimpulan itu bisa saja benar, tetapi tentunya tak harus jadi bahan kekhawatiran bagi seorang biker. Tidak tentu saja, sampai Anda mengungkapkannya sebagai bahan pemikiran. (Huffington Post)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Solar Makin Mahal, Ini 8 Tips Hemat BBM Mobil Diesel agar Kantong Tetap Aman
-
Apakah Garansi Mobil Bekas Hangus Jika Unit Dijual Alias Pindah Tangan?
-
7 Penyebab Oli Mesin Motor Cepat Habis dan Cara Mengatasinya
-
Bosan Suspensi Keras? Coba LMPV Elegan Bekas Ini, Garansi Nyaman Keluarga Tenang
-
Semudah Merawat Avanza, Toyota Etios Valco sama Daihatsu Sirion Mending Mana?
-
Terpopuler: Alternatif Pajero Sport yang Kebal Biosolar, Motor Cakep Yamaha Penantang Scoopy
-
Serbuan Merek China Sukses Buat Penjualan Mobil Listrik Indomobil Lampaui Target 50 Persen
-
Kurangi Subsidi BBM Alasan Menkeu Purbaya Sepakat Berikan Insentif Kendaraan Listrik Mulai Juni
-
Motor Yamaha Satu Ini Bikin Scoopy Bisa Terpukul Mundur, Segini Harganya
-
Reinkarnasi Freelander Melalui Tangan Dingin Chery Siap Goyang Dominasi SUV Premium Global