Otomotif / Mobil
Selasa, 11 November 2014 | 09:30 WIB
Suzuki Karimun Wagon R GS di ajang IIMS 2014, Jakarta, Kamis (18/9/20114). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya akan mulai diberlakukan bulan ini, jelas memberikan efek terhadap seluruh industri, termasuk industri otomotif. Namun, efek tersebut tidak melulu berupa penurunan volume penjualan.

Menurut 4W Marketing and DND Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Davy J Tuilan, mobil di segmen Low Cost Green Car (LCGC) diprediksi justru akan mengalami kenaikan penjualan, sebagai efek kenaikan BBM.

"Saya rasa pasar LCGC malah bisa naik," katanya di Jakarta, Senin (10/11/2014).

Menurut Davy, kenaikannya bisa mencapai 15 persen dari total pasar LCGC yang ada, setelah pemberlakuan kenaikan harga BBM. Dia menjelaskan bahwa dengan kenaikan BBM, tentu akan memengaruhi penjualan. Konsumen bisa saja lebih memilih untuk menunda pembelian mobil.

"Tapi, bisa saja mereka tidak menunda, tapi mengganti pilihan kendaraan mereka," katanya.

Calon konsumen, lanjut Davy, diprediksi akan memilih kendaraan yang lebih irit penggunaan bahan bakarnya dan diharapkan lebih irit dalam penggunaan sehari-hari.

Kenaikan volume penjualan pada segmen LCGC ini, lanjut Davy lagi, berkemungkinan didapat dari segmen terbesar yakni Low Multi Purpose Vehicle (LMPV), atau segmen mobil dengan rentang harga Rp150-180 juta.

Davy pun menyebut, selain adanya perpindahan (shifting) dari segmen lain ke segmen LCGC, dia memperkirakan bahwa kenaikan BBM juga akan menunda pertumbuhan penjualan kendaraan.

"Saya rasa pasar tahun tidak akan jauh berbeda dengan tahun lalu," tandasnya. [Deny Yuliansari]

Load More