Suara.com - PT Astra Honda Motor (AHM) mengekspor sepeda motor otomatik (skutik) ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) pada 2015.
"Semester pertama tahun depan kami berencana mengekspor sepeda motor ke ASEAN," kata General Manajer Penjualan AHM Thomas Wijaya di Badung, Bali, Minggu.
Pihaknya akan mengekspor sepeda motor otomatik yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar di negara tersebut.
"Kami harus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Selain itu disesuaikan juga dengan produksi Honda di negara lain anggota ASEAN," ujar Thomas.
Honda, kata dia, memiliki basis produksi tidak hanya di Indonesia, namun juga di Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
"Jadi apa yang tidak ada di sana, itu model yang diekspor," katanya.
Namun, Thomas tidak mau menjelaskan secara detail model sepeda motor otomatik yang akan diekspor. Bahkan dia juga enggan menyebut negara tujuan ekspor di ASEAN serta berapa banyak yang diekspor.
"Itu nanti dulu," ujarnya.
Selama ini, AHM telah memproduksi sejumlah sepeda motor otomotik, seperti Vario, Beat, Spacy, dan Scoopy, di samping sepeda motor bebek dan sport.
Perusahaan patungan PT Astra International Tbk dan Honda Motor Corp itu, merupakan produsen sepeda motor terbesar di Indonesia dengan kapasitas 4,2 juta unit sampai saat ini.
Pada 11 Desember 2014, AHM berencana meresmikan pabrik ke-3 di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi 1,1 juta unit, sehingga kemampuan produksinya bertambah menjadi 5,3 juta pada Desember 2014.
"Seluruh kapasitas pabrik baru tersebut untuk memproduksi skutik," kata Thomas.
Penambahan kapasitas tersebut, seiring dengan target AHM untuk semakin menguasai pasar sepeda motor dalam negeri dan ekspansi pasar ekpor.
"Tahun depan kami memproyeksikan penjualan sebesar lima juta unit, naik tipis dibandingkan tahun ini sebesar 4,7 juta unit," ujar Thomas.
Total pasar sepeda motor secara nasional diperkirakan 7,7 juta sampai 7,9 juta unit. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte
-
5 Motor Honda yang Namanya Mirip Mobil, Kebetulan atau Sengaja?
-
Skutik Terlaris New Honda BeAT Makin Mewah Lewat Sentuhan Desain Premium
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Lalu Lintas Padat saat Libur Sekolah? Begini Cara Menghemat Bensin saat Macet
-
5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
-
100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte