Suara.com - Google Inc, pada Senin (11/5/2015), mengungkapkan bahwa mobil-mobil autokemudinya sudah mengalami 11 kecelakaan sejak pertama kali diujicoba di jalanan umum enam tahun silam.
Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu mengungkap data tersebut setelah kantor berita Associated Press memberitakan bahwa Google sudah melapor ke departemen kendaraan bermotor California, AS, tentang tiga kecelakaan yang melibatkan mobil autokemudinya sejak September tahun lalu.
Dalam blog resminya, Google kemudian menjelaskan bahwa ada total 11 kecelakaan yang melibatkan mobil nirawak mereka yang menyebabkan "kerusakan kecil dan tidak menyebabkan jatuhnya korban."
"Tak sekalipun mobil autokemudi memicu kecelakaan," tulis Chris Urmson, direktur program mobil nirawak Google, membela teknologi masa depannya itu.
Google, yang menggunakan 23 mobil Lexus dalam uji coba mobil autokemudinya di California, mengatakan meski ada beberapa kecelakaan kecil, tetapi tak ada korban manusia yang cedera di dalamnya.
"Sejauh ini semua kecelakaan itu justru disebabkan oleh manusia," tulis Google lebih jauh.
Urmson membeberkan bahwa mobil Google sering kali ditabrak dari belakang pada saat sedang berhenti. Dalam tabrakan lain mobil Google juga pernah disenggol oleh mobil lain ketika sedang berhenti di rambu tanda stop. Mobil-mobil yang menabrak mobil Google itu dikendarai oleh manusia.
Selain Google, mobil autokemudi Delphi Automotive juga diketahui mengalami kecelakaan pada Oktober 2014 lalu. Dalam keterangan resminya Delphi mengakui bagian depan mobil Audi AQ5 yang digunakannya untuk uji coba rusak karena ditabrak oleh mobil lain saat sedang menunggu giliran berbelok ke kiri.
Ada lima perusahaan lain yang diketahui sedang menguji teknologi autokemudinya di California dan semuanya mengaku belum pernah mengalami kecelakaan dalam uji coba di jalanan umum.
California sendiri adalah satu dari empat negara bagian di AS yang mengizinkan jalan-jalannya digunakan sebagai tempat uji coba mobil autokemudi. Tiga negara bagian lainnya adalah Nevada, Michigan, dan Florida.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bukan LCGC, Hatchback Jepang Irit Ini Cuma 60 Jutaan Tapi Kabinnya Ekstra Lega
-
Solusi Pasutri Muda! 6 Mobil Bekas Irit yang Lincah di Gang Sempit dan Ramah Kantong
-
Rupiah Tembus Rp17.400: Mending Beli Honda BeAT, Genio, atau Scoopy Buat Ngantor?
-
Terpopuler: Mobil Favorit Ibu Rumah Tangga, Motor Pesaing Honda ADV 160 dan CB150X
-
Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
-
Indomobil Boyong Mobil Listrik Leapmotor B10 ke GIIAS 2026, Langsung Dirakit Lokal
-
Harga Honda ADV 160 Baru vs Aprilia SR GT 200 Bekas Selisih Tipis, Mana yang Lebih Layak Dilirik?
-
Tips Aman Touring Motor Lintas Pulau Tanpa Kendala, Lakukan Persiapan di Bengkel Resmi
-
Daftar 25 Mobil Listrik Berbaterai Nikel di Indonesia, Dapat Insentif Lebih Besar dari Pemerintah
-
Penantang CB150X dari Yamaha Tebar Pesona: Kebal Bioetanol, Harganya Segini