Suara.com - Grab, perusahaan rintisan penyedia jasa transportasi berbasis internet, mulai Jumat (23/9/2016) menyediakan taksi-taksi nirawak untuk para penggunanya di Singapura.
Taksi-taksi nirawak itu disediakan dalam kerja sama Grab dengan nuTonomy, developer yang mengembangkan teknologi nirawak dan bahkan telah menggelar uji coba aramada taksi tanpa pengemudi di Singapura sejak 25 Agustus lalu.
Grab mengatakan bahwa dengan aplikasinya warga Singapura bisa memesan armada mobil nirawak nuTonomy, tetapi hanya untuk perjalanan di sebuah distrik di utara negara kota tersebut.
Sayangnya, meski sudah bisa dipesan pada Jumat pengguna baru bisa menikmati perjalanan tanpa sopir mulai pekan depan. Alasannya karena nuTonomy saat ini baru memiliki dua mobil nirawak dan akan segera mengoperasikan empat unit baru lagi.
Rencananya nuTonomy akan mengoperasikan 100 mobil nirawak di Singapura pada 2018. Sementara untuk tahun ini, perusahaan itu berambisi mengoperasikan 12 unit mobil tanpa sopir.
Penggunaan mobil-mobil nirawak ini, jelas Lim Kell Jay, direktur Grab Singapura, diharapkan bisa membantu para penumpang yang memesan dari atau akan menuju daerah pinggiran, yang sering diabaikan oleh para pengemudi saat ini.
"Mobil nirawak akan menjadi solusi pelengkap untuk memecahkan masalah ketersediaan kendaraan," kata Jay.
Saat ini nuTonomy masih menugaskan seorang staf di dalam kabin kemudi yang tugasnya akan mengambil alih kendali mobil jika terjadi hal yang tak diinginkan. Dalam kasus Grab, jika ada penumpang yang tujuannya di luar distrik yang ditentukan, maka sopir akan mengambil alih kemudi.
Uji coba nuTonomy sendiri akan berlangsung selama dua bulan ke depan.
Berita Terkait
-
Gandeng Ojol, Perusahaan Ini Sebar Ratusan Ribu Susu Steril
-
Fenomena Krisis Ojol Ternyata Ini Penyebabnya: Kapitalisme Tingkat Dewa
-
BHR Ojol 2026: Sesuai atau Jauh dari Ekspetasi?
-
Nominal BHR Ojol Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive 2026: Cek Jadwal Cairnya
-
Merit System dalam BHR GoTo-Grab Dinilai Tepat Jaga Keadilan Mitra
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Arus Balik Lebaran 2026 Kapan Dimulai? Pemudik Harus Siap Hadapi Puncaknya
-
Cara Lapor Kecelakaan atau Kendala Mesin di Tol agar Bantuan Cepat Tiba
-
Cara Cek Kondisi Oli Mesin dan Air Radiator Sendiri di Rest Area Saat Mudik dan Balik Lebaran
-
Terpopuler: 7 Mobil Bekas Sekelas Isuzu Panther yang Irit, Motor Brebet saat Digas?
-
Sebanyak 270 Ribu Kendaraan Melintas Sepanjang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
-
Piaggio Bicara Peluang Produksi Model Vespa Baru Rakitan Cikarang
-
Prabowo Tegaskan Pemerintah Fokus Kendaraan Listrik dan Sebut Nama Toyota
-
Negara Ini Mulai Siapkan Skema Penjatahan Bensin Dampak Krisis Bahan Bakar Global
-
Trik Aman Simpan Motor saat Ditinggal Lama Seperti Momen Mudik Lebaran
-
Jangan Asal Teduh! Ini Bahaya Parkir Mobil di Bawah Pohon Saat Mudik Lebaran