Suara.com - Produsen otomotif terkemuka dunia, Toyota, rupanya tak hanya menghabiskan dana riset untuk mobil semata, melainkan juga robot.
Salah satu hasilnya, Toyota membuat robot asisten rumah tangga bernama Human Assist Robot, atau biasa dipanggil HSR. Robot ini diberikan kepada seorang veteran perang Amerika Serikat (AS).
HSR, seperti diberitakan Motor1, diperkenalkan pertama kali pada 30 Juni lalu di Daytona International Speedway, AS.
Perkenalan robot canggih ini mengambil momentum seremoni jelang balapan NASCAR yang sangat kesohor di negara tersebut.
HSR sendiri akan diberikan kepada Romulo Camargo, veteran perang AS yang berkebutuhan khusus.
Camargo, eks anggota Pasukan Khusus AS, lumpuh dari leher ke bawah saat terkena peluru di leher dalam perang Afghanistan tahun 2008.
Kisah Camargo memberi inspirasi. Pasalnya, tim dokter memperkirakan ia tak bakal bisa hidup lama. Kalau pun bisa, ia butuh alat bantu pernapasan seumur hidup agar bisa bertahan.
Akan tetapi, Camargo membuktikan semua prediksi itu salah. Dia, bersama istrinya Gaby, bahkan mendirikan organisasi nirlaba bernama "Stay In Step" yang bertujuan memberikan perawatan plus rehabilitasi bagi orang-orang dengan cedera di area spinal cord.
Organisasi non-profit ini juga menjadi awal kerja sama Camargo dengan Toyota.
Baca Juga: Bersepeda Sumsel-Tangerang, 2 Bocah Ini Dapat Jaminan Pendidikan
Lebih lanjut, HSR ialah robot yang mampu melakukan hal-hal mendasar seperti membukakan pintu dan mengambil barang.
Robot tersebut juga dapat mengenali area sekitar, berbagai halang-rintang yang ada, serta 'majikannya'.
HSR, contohnya, bisa diperintahkan Camargo untuk mengambil gelas dan ia akan memberikannya pada 'sang tuan'.
Toyota memberikan HSR kepada Camargo untuk mengetahui reaksi dan kinerjanya di lingkungan sesungguhnya.
"Di Toyota, kami berkomitmen untuk memperkaya hidup manusia dengan memberikan mobilitas bagi semua, baik itu di jalanan maupun di ruang tamu rumah sendiri. Hal itu termasuk memberikan solusi teknologi bagi mereka yang memiliki keterbatasan gerak," papar Senior Manager of Technology and Human Support Toyota Doug Moore.
Berita Terkait
-
New Gaza: Kota Masa Depan atau Proyek Elit di Atas Luka Palestina?
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Rp140 Juta, Mauricio Pochettino Pasang Badan untuk FIFA
-
Ketegangan AS-Iran Meningkat, Komisi I DPR RI Desak Kemlu Siaga Lindungi WNI
-
Target Negosiasi Tarif Impor AS Mundur, Ada Kendala?
-
Amerika Serikat Membeku, 17 Negara Bagian Tetapkan Status Darurat
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif