- Nilai tukar rupiah melemah hingga mencapai level Rp17.409 per dolar AS pada Selasa, 5 Mei 2026.
- Depresiasi rupiah memicu kenaikan biaya operasional serta utang valas bagi perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor.
- Kondisi keuangan yang tertekan berpotensi memaksa perusahaan melakukan efisiensi ketat hingga pemutusan hubungan kerja dalam tiga bulan.
Suara.com - Pelemahan rupiah hingga ke level Rp17.409 per dolar AS yang merupakan terendah sepanjang sejarah dinilai bukan hanya menjadi persoalan pasar keuangan, tetapi juga berpotensi menambah tekanan besar bagi dunia usaha nasional.
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi memperingatkan terus anjloknya nilai tukar rupiah dapat memperberat beban perusahaan, terutama yang memiliki utang valas, bergantung pada bahan baku impor, dan menghadapi kenaikan biaya operasional di tengah ketidakpastian global.
“Jadi dalam kondisi kayak gini, ya banyak bakal perusahaan-perusahaan yang gagal bayar,” kata Ibrahim kepada Suara.com, Selasa (5/5/2026).
Menurut dia, tekanan terbesar akan dirasakan korporasi yang memiliki kewajiban pembayaran dalam dolar AS, sementara di sisi lain nilai tukar rupiah terus melemah dan harga impor meningkat.
“Terutama, apalagi nanti pada saat Bank Indonesia menaikkan suku bunga, ya berarti akan berdampak terhadap kenaikan ini kan, kredit kan,” ujarnya.
Ibrahim menilai situasi tersebut dapat menciptakan tekanan berlapis, yakni biaya pinjaman naik, bahan baku impor lebih mahal, dan daya tahan keuangan perusahaan melemah.
Karena banyak sektor industri masih mengandalkan komponen impor untuk produksi, pelemahan rupiah dinilai langsung berdampak pada efisiensi usaha.
“Karena produk-produk dasar dalam pabrikan, dalam produksi tersebut, barang-barang impor. Pada saat barang impor ini mengalami kenaikan, ya pasti efisiensi,” kata Ibrahim.
Ia menyebut kondisi itu bisa memaksa perusahaan menekan biaya operasional secara agresif, termasuk menahan ekspansi, mengurangi produksi, hingga melakukan penyesuaian tenaga kerja jika tekanan berlangsung lama.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.437, Bank Indonesia : Semua Mata Uang Negara Berkembang Melemah
“Nah, untung, ya, tidak ada PHK (pemutusan hubungan kerja). Tapi saya lihat bahwa 3 bulan ke depan pasti akan ada PHK,” ucapnya.
Ibrahim mengatakan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa muncul ketika perusahaan tak lagi mampu menahan lonjakan pengeluaran, sementara pemasukan melemah.
“Karena apa? Perusahaan pun juga tidak akan kuat menahan biaya operasional,” katanya.
Meski demikian, ia menilai Bank Indonesia sejauh ini sudah cukup agresif melakukan intervensi melalui berbagai instrumen moneter untuk menahan tekanan rupiah.
“Kalau BI sih sudah cukup, sudah cukup masif ya dalam melakukan intervensi,” ujar Ibrahim.
Berita Terkait
-
Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi
-
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya
-
Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah?
-
Rupiah Keok ke Rp17.410, Subsidi Energi Jebol Rp118 Triliun
-
Data Ekonomi Loyo, Rupiah Terkapar ke Level Rp17.394 per Dolar AS
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya
-
Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil