Otomotif / Mobil
Jum'at, 07 Juli 2017 | 13:43 WIB
Suasana lalu-lintas di Paris, Prancis. (Shutterstock)

Suara.com - Prancis menargetkan untuk melarang penjualan mesin bermesin bensin atau pun diesel pada 2040. 'Negeri Menara Eiffel' ini bergabung dengan negara-negara lain yang memiliki rencana serupa dalam waktu yang bahkan lebih cepat.

Menteri Ekologi dan Transisi Sosial Prancis Nicolas Hublot, seperti diwartakan The Telegraph pada Kamis (6/7/2017) kemarin, menegaskan bahwa 2040 adalah akhir era mesin bensin serta diesel di sana. Di tahun yang sama, mereka juga berencana melarang segala jenis proyek yang menggunakan bensin, gas, atau batu bara.

Menurut Hublot, Prancis juga ingin bebas sepenuhnya dari karbon pada 2050.

"Misi bebas karbon akan memaksa kami membuat investasi-investasi yang diperlukan," kata dia.

Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat, Prancis akan menggalakkan program penukaran kendaraan diesel produksi sebelum 1997 dan mobil bermesin bensin produksi sebelum 2001 dengan kendaraan baru atau bekas yang lebih rendah emisi gas buang.

Sebanyak 95,2 persen penjualan mobil di Prancis, pada semester pertama tahun ini, masih dikontribusikan oleh yang bermesin bensin atau diesel. Adapun transaksi jual-beli mobil listrik dan mobil hibrida masing-masing baru menyumbang 1,2 persen dan 3,5 persen.

Akan tetapi, Hublot meyakini pabrikan-pabrikan Prancis memiliki kemampuan untuk memenuhi target pemerintah.

Produsen-produsen mobil asal Prancis seperti Peugeot, Citroën, dan Renault sendiri, menurut European Environment Agency, adalah pabrikan besar yang paling minim emisi karbon ranking satu, dua, dan tiga.

Hublot mengakui, proses menuju pasar otomotif bebas mobil bermesin konvensional pada 2040 bakal sangat menantang. Tapi, ia menilai pabrikan-pabrikan lain juga sudah menuju arah sama, dengan menyinggung kebijakan Volvo baru-baru ini untuk hanya meluncurkan mobil hibrida atau listrik mulai 2019.

"Para pabrikan sudah melakukan upaya untuk sampai ke arah itu," sebutnya.

Sebelum Prancis, negara-negara seperti Jerman, Belanda, Norwegia, bahkan India sudah pula menyatakan target mereka untuk bebas dari mobil bermesin bensin serta diesel di masa depan. Jerman dan India menargetkannya pada 2030, sementara Belanda plus Norwegia malah memproyeksikannya pada 2025.

Load More