Otomotif / Mobil
Jum'at, 07 Juli 2017 | 20:21 WIB
Pabrik Mercedes-Benz Indonesia di Wanaherang, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/1). [Antara]

Suara.com - Mercedes-Benz pada tahun ini memulai penjualan truk di Indonesia. Pabrikan asal Jerman tersebut mengatakan bahwa Indonesia adalah pasar otomotif yang luar biasa potensial dan perlu beberapa hal untuk mewujudkan potensi itu hingga menjadi salah satu basis ekspor (automotive hub).

GM Planning and Life Cycle Management Commercial Vehicles Daimler South East Asia, Maximilian Knorr, menegaskan bahwa Indonesia kini dilirik banyak pemain besar di dunia otomotif. Dengan kondisi ekonomi kuat, sumber daya alam melimpah, dan bonus demografi, Nusantara menjanjikan bisnis otomotif yang cerah.

Knorr menilai kebijakan-kebijakan pemerintah pun sudah mendukung hal itu, seperti kebijakan untuk memudahkan investasi asing, rencana penerapan EURO 4, juga membuat banyak proyek infrastruktur yang mendorong permintaan kendaraan komersial.

"Kami berharap pemerintah terus mendorong investasi asing masuk lebih mudah dan memastikan proyek-proyek infrastruktur berjalan lancar," kata Knorr dalam paparannya di acara gathering dengan media massa, Kamis (6/7/2017) kemarin di Jakarta.

Dalam wawancara dengan Suara.com, Knorr berkomentar lebih lanjut mengenai rencana penerapan EURO 4. Seperti diketahui, pemerintah, melalui Kementerian Lingkungan Hidup, sudah mewajibkan standar EURO 4 di 2018 bagi mobil bermesin bensin serta di 2021 bagi kendaraan diesel.

Seluruh truk, yang pastinya bermesin diesel, karena itu wajib memenuhi standar emisi EURO 4 seperti yang diterapkan negara-negara lain sejak lama.

Knorr mengatakan, pemerintah perlu memastikan hal itu terealisasi dengan lancar jika ingin lebih banyak pemain otomotif yang masuk, pun jika ingin menjadi basis ekspor untuk kendaraan komersial atau mobil penumpang.

"Untuk mewujudkannya, Anda harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Bagian dari ini tentu saja mengejar standar emisi gas buang kendaraan di Indonesia," ucap dia.

Soal jeda waktu empat tahun sebelum kendaraan diesel wajib berstandar EURO 4, Knorr menolak berkomentar apakah itu terlalu lama atau tidak. Menurut dia, jawaban itu tentunya akan sangat subyektif bagi setiap pabrikan.

Ia menyadari bahwa Indonesia perlu waktu untuk menggaransi ketersedian bahan bakar minyak yang sesuai standar EURO 4, juga meningkatkan kemampuan kilang minyak Pertamina.

"Saya pikir lebih cepat lebih baik untuk negara ini dan untuk ambisi target ekspor Indonesia," tandas dia.

"Dalam hal teknologi, tentu saja Mercedes-Benz siap mendukung pada waktunya. Kami pastinya membutuhkan penyesuaian dan persiapan lagi, tapi kami punya teknologinya. Kami sudah perkenalkan EURO 4 di pasar lain seperti India. Kami punya teknologi dan keinginan melakukan itu," tegas Knorr lagi.

Mercedes-Benz sendiri telah membeberkan komitmen mereka berinvestasi lebih dari 20 juta dollar AS (Rp267,68 miliar) di Indonesia dalam empat hingga lima tahun ke depan. Investasi itu digelontorkan demi melokalisasi produksi truk-truk Mercedes di pabrik lawas mereka di Wanaherang, Bogor.

Lokalisasi produksi pertama bakal berlangsung mulai Agustus nanti, dengan model pertamanya Axor 2528 C.

Mercedes-Benz baru saja membukukan penjualan pertama mereka di Indonesia per April lalu. Sepanjang semester pertama kemarin, mereka mencatatkan penjualan 70 unit.

Load More