Suara.com - Mercedes-Benz pada tahun ini memulai penjualan truk di Indonesia. Pabrikan asal Jerman tersebut mengatakan bahwa Indonesia adalah pasar otomotif yang luar biasa potensial dan perlu beberapa hal untuk mewujudkan potensi itu hingga menjadi salah satu basis ekspor (automotive hub).
GM Planning and Life Cycle Management Commercial Vehicles Daimler South East Asia, Maximilian Knorr, menegaskan bahwa Indonesia kini dilirik banyak pemain besar di dunia otomotif. Dengan kondisi ekonomi kuat, sumber daya alam melimpah, dan bonus demografi, Nusantara menjanjikan bisnis otomotif yang cerah.
Knorr menilai kebijakan-kebijakan pemerintah pun sudah mendukung hal itu, seperti kebijakan untuk memudahkan investasi asing, rencana penerapan EURO 4, juga membuat banyak proyek infrastruktur yang mendorong permintaan kendaraan komersial.
"Kami berharap pemerintah terus mendorong investasi asing masuk lebih mudah dan memastikan proyek-proyek infrastruktur berjalan lancar," kata Knorr dalam paparannya di acara gathering dengan media massa, Kamis (6/7/2017) kemarin di Jakarta.
Dalam wawancara dengan Suara.com, Knorr berkomentar lebih lanjut mengenai rencana penerapan EURO 4. Seperti diketahui, pemerintah, melalui Kementerian Lingkungan Hidup, sudah mewajibkan standar EURO 4 di 2018 bagi mobil bermesin bensin serta di 2021 bagi kendaraan diesel.
Seluruh truk, yang pastinya bermesin diesel, karena itu wajib memenuhi standar emisi EURO 4 seperti yang diterapkan negara-negara lain sejak lama.
Knorr mengatakan, pemerintah perlu memastikan hal itu terealisasi dengan lancar jika ingin lebih banyak pemain otomotif yang masuk, pun jika ingin menjadi basis ekspor untuk kendaraan komersial atau mobil penumpang.
"Untuk mewujudkannya, Anda harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Bagian dari ini tentu saja mengejar standar emisi gas buang kendaraan di Indonesia," ucap dia.
Soal jeda waktu empat tahun sebelum kendaraan diesel wajib berstandar EURO 4, Knorr menolak berkomentar apakah itu terlalu lama atau tidak. Menurut dia, jawaban itu tentunya akan sangat subyektif bagi setiap pabrikan.
Ia menyadari bahwa Indonesia perlu waktu untuk menggaransi ketersedian bahan bakar minyak yang sesuai standar EURO 4, juga meningkatkan kemampuan kilang minyak Pertamina.
"Saya pikir lebih cepat lebih baik untuk negara ini dan untuk ambisi target ekspor Indonesia," tandas dia.
"Dalam hal teknologi, tentu saja Mercedes-Benz siap mendukung pada waktunya. Kami pastinya membutuhkan penyesuaian dan persiapan lagi, tapi kami punya teknologinya. Kami sudah perkenalkan EURO 4 di pasar lain seperti India. Kami punya teknologi dan keinginan melakukan itu," tegas Knorr lagi.
Mercedes-Benz sendiri telah membeberkan komitmen mereka berinvestasi lebih dari 20 juta dollar AS (Rp267,68 miliar) di Indonesia dalam empat hingga lima tahun ke depan. Investasi itu digelontorkan demi melokalisasi produksi truk-truk Mercedes di pabrik lawas mereka di Wanaherang, Bogor.
Lokalisasi produksi pertama bakal berlangsung mulai Agustus nanti, dengan model pertamanya Axor 2528 C.
Mercedes-Benz baru saja membukukan penjualan pertama mereka di Indonesia per April lalu. Sepanjang semester pertama kemarin, mereka mencatatkan penjualan 70 unit.
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid
-
Bahaya Kebiasaan Menunda Isi Bensin Mobil yang Sering Diabaikan Pengendara
-
Daftar 13 SPBU yang Sudah Tidak Jual Pertalite Lagi
-
Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya
-
KBA Servis Gratis Mesin Tempel Yamaha Perkuat Sektor Maritim Nasional
-
Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?
-
Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri