Otomotif / Motor
Selasa, 12 Desember 2017 | 11:15 WIB
Viar Q1, sepeda motor listrik pertama yang dijual di Indonesia. [e-viar.com/suara.com]

Suara.com - Yamaha memilih menunggu pemerintah menerbitkan detail regulasi kendaraan listrik, sebelum meluncurkan sepeda motor dengan teknologi tersebut. Pasalnya, menurut pabrikan asal Jepang ini, banyak yang harus dipertimbangkan sebelum terjun ke pasar motor listrik.

Pasar motor listrik di Tanah Air tercipta sejak Viar meluncurkan skuter listrik Q1 di semester pertama tahun ini. Pada awal tahun depan, 'kuda besi' listrik hasil pengembangan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersama Garansindo, yakni Gesits juga mulai diproduksi serta dipasarkan dengan target harga on the road Jakarta Rp16 juta.

Senior General Manager Pemasaran PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Hendri Wijaya, menerangkan bahwa Yamaha memilih terjun ke pasar setelah regulasi mengenai kendaraan berteknologi ini terpapar rinci. Pasalnya, Yamaha ingin mengetahui dulu mengenai banyak aspek, seperti peraturan keamanan, penanganan limbah baterai, stasiun pengisian daya, dan infrastruktur-infrastruk lainnya.

Pemerintah saat ini memang sedang menyusun peraturan low carbon emission vehicle (LCEV) yang ditargetkan terbit pada awal 2018.

"(Regulasi) soal ini berkaitan dengan banyak departemen, kan. Kementerian Perhubungan menangani dari sisi keselamatan berkendara. Motor listrik, kan, enggak ada suara. Urusan penanganan limbah berarti berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Stasiun Pengisian Daya di Kementerian ESDM," paparnya di sela-sela peluncuran Yamaha Nmax versi 2018, Sabtu (9/12/2017) kemarin di Sentul, Bogor.

"Saya lihat, sih, pemerintahan Presiden Joko Widodo mau segera. Tapi ini, kan, memerlukan koordinasi antar departemen," lanjut Hendri.

Ia mengaku tak masalah relatif terlambat meramaikan pasar motor listrik Nusantara asalkan segala aspek terkait itu jelas, khususnya soal keamanan.

"Keamanan nomor satu. Kalau perlu peluncuran tertunda," ujarnya.

Yamaha, pada awal November, mengumumkan dimulainya studi motor listrik di Indonesia. Adapun periode studi bisa berlangsung enam bulan hingga setahun.

Baca Juga: Yamaha: Ada Pergeseran Segmen Konsumen Nmax

Salah satu bagian dari studi ialah tes jalan skuter listrik Yamaha E-Vino.

Kompetitor Yamaha yaitu Honda, di sisi lain, sedang bersiap meluncurkan PCX hibrida dan PCX listrik di Indonesia. Berdasarkan keterangan Honda saat ditemui di peluncuran CFR150L pada November, ada kemungkinan keduanya tidak diluncurkan bersamaan.

Honda sendiri akan meluncurkan produk baru di Indonesia pada Rabu (13/12/2017) besok. Meski masih diam seribu bahasa saat diminta konfirmasi oleh Suara.com, patut diduga bahwa itu adalah PCX, termasuk PCX hibrida, karena merek ini sudah mempromosikan mengenai All-New PCX di akun resmi Instagram Honda Indonesia sejak awal Desember.

Load More