Suara.com - Hyundai, merek mobil asal Korea Selatan, mengaku sedang mempertimbangkan membangun pabrik mobil di Asia Tenggara (ASEAN), dengan Indonesia sebagai salah satu kandidatnya. Rencana ini dipertimbangkan dipicu memburuknya hubungan diplomatik Korsel dengan Cina, plus penjualan yang turun di negara tersebut.
Hyundai Motor Company (HMC), seperti diwartakan Reuters pada Rabu (10/1/2018) kemarin, menjelaskan bahwa ada dua negara ASEAN yang mereka lirik. Selain Indonesia, Hyundai juga memasukkan Vietnam ke daftar kandidat potensial.
Hyundai sendiri hingga detik ini belum memiliki basis produksi di Asia Tenggara.
Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia, Mukiat Sutikno, mengaku sudah mendengar kabar itu. Namun, menurut dia, sepertinya rencana tersebut adalah untuk kendaraan komersial Hyundai.
"Itu kayaknya lebih kendaraan komersial Hyundai. Mereka sebenarnya distributornya lain. Mereka (Hyundai komersial) sama Grup Artha Graha, jadi saya enggak bisa jawab. Kalau untuk yang kendaraan penumpangnya kami masih dalam diskusi, belum bisa kasih detail apa pun," jabarnya ketika dihubungi Suara.com via sambungan telepon pada Kamis (11/1/2018).
Hyundai terkena imbas ketegangan diplomatik antara Korsel dengan Cina pada 2016 lalu. Ketegangan antara dua negara dipicu keputusan Korsel mengizinkan AS memasang sistem pertahanan anti-rudal THAAD, yang dinilai Cina sebagai ancaman terhadap keamanan dalam negerinya.
Berbicara di sela-sela ajang Consumer Electronics Show (CES) 2018, di Las Vegas, Amerika Serikat pekan ini, Vice Chairman HMC, Chung Eui-sun mengatakan pihaknya menargetkan penjualan 900.000 unit pada 2018 di Cina. Jumlah itu jauh lebih sedikit dibandingkan kapasitas produksi pabrik mereka di sana yang mencapai 1,65 juta unit.
Angka penjualan 2017 di Cina sendiri belum dipublikasikan oleh Hyundai.
Berita Terkait
-
Bahaya Kebakaran Baterai Paksa Hyundai dan Kia Lakukan Recall Ioniq 5 dan EV9
-
Harga Masih Misteri, Spesifikasi Hyundai Ioniq 3 Setara BYD Apa?
-
5 Mobil Listrik Murah 150 Jutaan dari Atto 1 hingga Ioniq, Simak Saran Pakar
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus
-
Siapa Sosok Angga? Pihak Swasta yang Diduga 'Setir' Audit BPK di Muara Enim
-
Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara
-
Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya