Suara.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menjelaskan bahwa negara ini berpeluang besar ekspor mobil ke Australia, jika melihat keunggulan geografis dan ongkos logistik. Akan tetapi, yang menjadi penghalang, Indonesia saat ini hampir tidak memproduksi jenis kendaraan yang disukai pasar 'Negeri Kangguru' yaitu, sedan, serta pikap kabin ganda.
Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia sangat bisa memanfaatkan kondisi pasar otomotif Australia, yang sudah berubah dari negara perakit kendaraan menjadi sekadar pengimpor. Terakhir, pada penghujung 2017, Toyota dan GM Holden menutup pabrik mereka di sana.
"Pabrik-pabrik di Australia tutup semua, enggak ada lagi pabrik mobil. Holden saja tutup. Itu merek Australia, lho. Mereka (Australia) akan jadi importir mobil," kata Jongkie dalam Paparan Proyeksi Pasar Otomotif 2018 bersama Frost and Sullivan, Selasa (16/1/2018), di Jakarta.
Ia mengungkapkan, Indonesia memiliki keuntungan-keuntungan yang membuatnya amat mungkin menjadi eksportir mobil untuk Australia yang berjumlah sekitar 1 juta unit per tahun. "Biaya transportasi dari sini ke Australia lebih efektif dan murah karena kan letaknya berdekatan," imbuh Jongkie.
"Cuma, kembali lagi ke soal mobil mana yang mau diekspor. Pasar di sana sedan dan pikap (kabin ganda). Di sini multi purpose vehicle (MPV)," ujarnya.
Berdasarkan data Gaikindo, pada 2017, komposisi segmen MPV di pasar roda empat domestik mencapai 32,06 persen, dengan volume 346.060 unit. Adapun pasar mobil nasional secara keseluruhan berjumlah 1.079.308 unit.
Kebanyakan model kendaraan yang diproduksi di sini pun MPV, sport utility vehicle (SUV), atau city car murah. Untuk sedan, hanya Vios yang dirakit di Indonesia oleh Toyota.
Dari 214.971 unit ekspor mobil Indonesia pada Januari-November 2017, dua model yang mendominasi ialah SUV dan MPV.
Jongkie menerangkan, sedan selama ini tidak populer karena dikenakan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) yang tinggi. Karena itu, Gaikindo sudah mengajukan harmonisasi tarif perpajakan dengan membawa kajian dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI).
Salah satu permintaan dalam harmonisasi tarif pajak ialah penyamaan PPnBM sedan dengan MPV yaitu 10 persen. Kajian itu sudah diserahkan kepada Kementerian Perindustrian pada Desember 2017.
"Kita hrs produksi mobil yang diminati pasar Internasional. Itu yg sedang kita kejar dan mudah-mudahan pemerintah melihat ke arah situ," ujar Jongkie.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
China Setop Izin Mobil Tanpa Sopir Dampak Kekacauan Lalu Lintas
-
Irit Kebangetan: Motor 'Pekerja Keras' Honda Ini Tembus 59 Km/L Mulai 18 Jutaan, Pas Buat Ojol
-
Panduan Wajib Membeli Mobil Listrik Bekas, Pastikan Mendapat EV Impian Tanpa Menyesal
-
Solar Tembus Rp27.900/Liter: Masih Worth It Kah Beli Innova Reborn Diesel?
-
NJKB BYD M6 PHEV Bocor, Harga Mulai Rp 100 Jutaan
-
Rumor Honda Vario 160 Terbaru Segera Hadir dengan Varian Street dan RoadSync
-
Dominasi Pebalap Belia Binaan AHM di Seri Pembuka Thailand Talent Cup 2026
-
Terpopuler: Solar Non Subsidi Meroket Bikin Mobil Diesel Tak Dilirik, Motor Irit Kini Makin Menarik
-
Ditinggal karena Tua, Kini Diburu Lagi: 5 Mobil Diesel Aman Biosolar Harga Rp50 Jutaan
-
Pajak Mobil Listrik di Jawa Barat Hanya Ditunda Sementara Sampai Ekonomi Pulih