Suara.com - Tarif pajak otomotif menjadi satu masalah yang harus terselesaikan dengan baik di Indonesia. Seperti yang disampaikan Ketua 1 Gaikindo Jongkie D Sugiarto, meminta kebijakan harmonisasi tarif pajak otomotif segera diselesaikan. Menurutnya, hal itu akan mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional.
"Semoga cepat ada harmonisasi tarif. Harmonisasi kan tidak semata-mata menurunkan pajak," katanya.
Untuk diketahui, saat ini Kementerian Keuangan sedang mengkaji pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) terhadap kendaraan jenis sedan. Pajak yang dikenakan untuk mobil sedan adalah sekitar 30 persen.
Selain berharap agar harmonisasi tarif segera dirampungkan, Jongkie juga berharap, standar Euro 4 segera diterapkan. Dia meyakini penerapannya dapat mendorong produksi otomotif nasional, karena proses produksi jadi lebih efisien.
"Otomatis ekspor mobil juga meningkat," ungkapnya.
Untuk saat ini, Jongkie menjelaskan, kapasitas produksi mobil oleh industri otomotif mencapai 2,2 juta unit setahun. Dari jumlah itu, kapasitas produksi yang baru terpakai sebesar 1,3 juta unit, dengan ekspor di 200 ribu unit.
Jika dua hal tersebut sudah diselesaikan oleh pemerintah, Jongkie yakin, pasar mobil di Indonesia dapat naik ke 1,5 juta unit sesuai dengan target Kementerian Perindustrian.
"Kalau sudah tercapai, investasi makin banyak. Lapangan kerja semakin terbuka," tutupnya.
Baca Juga: Industri Otomotif Harap Pemerintah Jaga Stabilitas Politik
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid
-
Bahaya Kebiasaan Menunda Isi Bensin Mobil yang Sering Diabaikan Pengendara
-
Daftar 13 SPBU yang Sudah Tidak Jual Pertalite Lagi
-
Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya
-
KBA Servis Gratis Mesin Tempel Yamaha Perkuat Sektor Maritim Nasional
-
Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?
-
Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri