Suara.com - Memiliki seorang ayah yang berprofesi sebagai guru otomotif SMK di Blora sekaligus menggemari bidang elektronika rasanya menjadi bekal penting bagi kedua kakak-beradik ini. Dua mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang berhasil menciptakan "La Helist", singkatan dari Lampu Hemat Listrik.
Dikutip dari kantor berita Antara, Fadhiela Noer Hafiezha (20), mahasiswi jurusan Teknik Mesin UGM, dan Chaieydha Noer Hafiezha (23), mahasiswi pascasarjana Fakultas Pertanian UGM, asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah berhasil menciptakan inovasi lampu darurat hemat energi, lagi ramah lingkungan.
"Lampu darurat ini awalnya kami kembangkan sebagai pengganti lilin bagi masyarakat Blora, mengingat sering mengalami pemadaman listrik malam hari," papar Fadhiela Noer Hafiezha, di Kampus UGM, Jumat (1/2/2019).
Namun, lanjutnya, pemakaian lilin berpotensi menyebabkan kebakaran bila ditinggal tidur. Itulah alasan keduanya menggarap projek pada awal 2017, yang kemudian diproduksi dalam jumlah besar mulai Agustus 2017.
Spesifikasinya adalah tahan beroperasi 12 jam, dengan baterai tipe AAA 1,5 volt, serta trafo ferit berkonfigurasi lilitan tertentu. Luarannya adalah lampu berdaya 3 watt dan 9 watt dilengkapi saklar dan bisa bekerja tanpa perlu energi listrik PLN. Juga tidak perlu diisi ulang atau melakukan proses charging.
Patut dicatat, trafo ferit itu sendiri diambil dari limbah lampu yang sudah tidak terpakai.
Chaieydha Noer Hafiezha menambahkan, hingga 2019, produksi lampu La Helist telah mencapai 8 ribu unit, dan dipasarkan ke berbagai wilayah di Tanah Air. Dengan harga per unit Rp 50.000 untuk kapasitas 3 watt, serta Rp 90.000 untuk kapasitas 9 watt.
Kilas-balik keberhasilan dua kakak-beradik Chaieydha Noer Hafiezha dan Fadhiela Noer Hafiezha dalam mengembangkan La Helist serta mempekerjakan tiga karyawan dari tetangga sendiri ini tentunya tak lepas dari peran ayah mereka berdua.
"Bapak saya guru otomotif SMK di Blora, akan tetapi menyukai elektronika. Sejak kecil saya sering melihat, dan diajari Bapak mengutak-atik barang-barang elektronik," kisah Chaieydha Noer Hafiezha.
Baca Juga: Hore, Ferrari Terpilih Jadi Brand Otomotif Terkuat di Dunia !
Sehingga tak heran, keduanya sukses mengembangkan inovasi ini, meski tidak berhubungan langsung dengan disiplin ilmu yang tengah digeluti oleh Chaieydha Noer Hafiezha maupun Fadhiela Noer Hafiezha.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Favorit Ibu Rumah Tangga, Motor Pesaing Honda ADV 160 dan CB150X
-
Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
-
Indomobil Boyong Mobil Listrik Leapmotor B10 ke GIIAS 2026, Langsung Dirakit Lokal
-
Harga Honda ADV 160 Baru vs Aprilia SR GT 200 Bekas Selisih Tipis, Mana yang Lebih Layak Dilirik?
-
Tips Aman Touring Motor Lintas Pulau Tanpa Kendala, Lakukan Persiapan di Bengkel Resmi
-
Daftar 25 Mobil Listrik Berbaterai Nikel di Indonesia, Dapat Insentif Lebih Besar dari Pemerintah
-
Penantang CB150X dari Yamaha Tebar Pesona: Kebal Bioetanol, Harganya Segini
-
7 Mobil Diesel Irit Solar, Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM Pertamina
-
Kolaborasi Raksasa Otomotif Jepang Bikin Skuter Hidrogen Tandingan Motor Listrik Baterai
-
Harga Yamaha XSR155 Bekas Tinggal Segini 'In This Economy', Waktunya Serok atau Skip?