Suara.com - Beberapa anggapan menyatakan bahwa membeli mobil baru menjadi sebuah kerugian karena adanya aturan ganjil genap di wilayah DKI Jakarta. Pasalnya, meski memiliki mobil, pengguna tidak bisa menggunakannya setiap waktu.
Asumsinya, dalam setahun pemilik mobil hanya bisa menggunakan mobilnya selama setengah tahun jika menuruti aturan ganjil genap.
Di sisi lain, peraturan ganjil genap di wilayah Ibu Kota Jakarta tetap berlanjut sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dan terbukti, hal ini tidak berpengaruh terhadap penjualan kendaraan roda empat (R4).
Bahkan Budi Daulay, selaku Head of Sales PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) melihat, aturan ganjil genap justru memberi pertumbuhan positif untuk penjualan.
"Kami tidak melihat isu ganjil genap ini membuat penurunan permintaan. Karena kami sadar kendaraan ini sudah menjadi suatu kebutuhan, apalagi produk MPV kami Xpander juga banyak digunakan untuk keperluan family bukan hanya untuk harian, jadi banyak orang masih mencari," ujar Budi Daulay, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Budi Daulay mengatakan, jika melihat negara-negara maju yang memiliki sektor transportasi massal cukup baik, pertumbuhan penjualan mobilnya juga masih cukup bagus. Hal ini menunjukkan bahwa mobil itu sudah menjadi sebuah kebutuhan.
"Justru untuk ke depannya kami melihat kondisi ini sebagai hal positif dan tidak ada pengaruh signifikan," terang Budi Daulay.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123