Suara.com - Groupe PSA, PSA Group atau lebih dikenal sebagai Peugeot S.A yang menaungi merek Peugeot, Citroen, DS, Opel, serta Vauxhall, baru saja menyatakan kesiapan untuk lebih kokoh menancapkan kaki di pasar Amerika Utara, mulai Amerika Serikat sampai Kanada. Caranya, dengan menghadirkan produk baru yang belum disebutkan namanya. Ini adalah kabar bagus, setelah manufaktur Perancis itu hampir gulung tikar pada 2014.
Pernah berada dalam kondisi nyaris bangkrut, penjualan laris dari dua tipe Sport Utility Vehicle (SUV) lansiran Peugeot, yaitu Peugeot 3008 dan Peugeot 5008 berhasil membawa nama brand ini kembali mencuat. Hingga akhirnya pada 2016 Peugeot menjadi andalan PSA Group dalam meneruskan keberlangsungan perusahaan yang telah berusia 200 tahun ini.
Dikutip kantor berita Antara dari Reuters, pada Selasa (26/2/2016), Carlos Tavares, Chief Executive Officer (CEO) PSA Group menyatakan bahwa kondisi keuangan perusahaan yang dipimpinnya, "Menunjukkan kemampuan grup untuk menghasilkan pertumbuhan yang menguntungkan dan menghasilkan laba."
Carlos Tavares menerapkan disiplin yang kuat di seluruh merek yang dinaungi PSA, termasuk divisi Opel yang diakuisisi dari General Motors. Lantas pada 2017, pihaknya juga membeli merek Opel dan Vauxhall--juga milik General Motors.
Setelah PSA sukses melebarkan pasar ke Amerika Serikat untuk merek Peugeot, lantas Citroen di India, serta Opel di Rusia, kini mereka bersiap memperkuat posisi di Negeri Paman Sam.
Menurut Philippe de Rovira, Chief Financial Officer PSA, target memperkuat posisi serta memasarkan dua produk baru Peugeot ini berlaku "untuk segala cuaca", termasuk bila terjadi Brexit atau referendum keluarnya Britania raya dari pasar bersama Uni Eropa yang berdampak terhadap sektor otomotif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Mitsubishi Disinyalir Siapkan SUV Baru, Muka Mirip XForce dan Destinator
-
Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha
-
3 Mobil Bekas 1000cc Turbo: Pilih Raize-Rocky atau Nissan Magnite? Simak Perbandingan Jujur Pakar
-
Susul BYD, Chery Siap Ramaikan Bursa Mobil Jepang
-
Suzuki Jimny Versi Mini Meluncur, Harga Cuma Rp200 Jutaan
-
Muncul Ancaman 'Submarining', Fitur Kursi Mewah pada Mobil Listrik Bersiap Diharamkan?
-
Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
-
Sinyal Kuat Suzuki Rilis Jimny 'Upgrade Nyata' dengan Iming-iming Harga Tetap
-
Jadwal Lengkap Moto3 Italia: Mampukah Veda Ega Harumkan Indonesia di Sirkuit Mugello?
-
Bobot Ringan Bak Diet Ketat, Tapi Bagasinya Kalahkan NMAX! Kok Bisa Yamaha Bikin Skutik Seperti Ini?