Bisnis / Makro
Jum'at, 17 Juli 2026 | 08:38 WIB
Ilustrasi paket e-commerce (Pexels/Polina Tankilevitch)
Baca 10 detik
  • Indonesia menjadi pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara dengan nilai transaksi mencapai 57,7 miliar dolar AS tahun 2025.
  • Kesenjangan logistik antarwilayah masih terjadi karena distribusi pengiriman barang saat ini masih dominan berpusat di Pulau Jawa.
  • SiCepat Ekspres memperluas jaringan pengiriman hingga wilayah 3T untuk membantu pemerataan distribusi dan mendukung ekspansi bisnis pelaku usaha.

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi digital terus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar hingga ke berbagai daerah. Laporan e-Conomy SEA 2025 menunjukkan Indonesia masih menjadi pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara dengan nilai transaksi (GMV) mencapai sekitar 57,7 dolar AS miliar pada 2025. 

Kondisi tersebut membuat layanan logistik menjadi salah satu penopang utama agar produk pelaku usaha dapat menjangkau konsumen di seluruh Indonesia. 

Di sisi lain, pemerataan distribusi barang masih menjadi tantangan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebagian besar pelaku usaha e-commerce masih melayani pengiriman di Pulau Jawa, sedangkan cakupan pengiriman ke wilayah Maluku dan Papua masih sangat rendah. 

Kondisi itu menunjukkan masih adanya kesenjangan akses logistik antara wilayah barat dan timur Indonesia. 

Pelaku industri pun menilai penguatan jaringan distribusi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya saing UMKM sekaligus menekan biaya logistik nasional yang masih berada di kisaran 14 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). 

Semakin luas jangkauan pengiriman, semakin besar pula peluang pelaku usaha menjangkau konsumen di luar pusat-pusat ekonomi. 

Menanggapi kebutuhan tersebut, perusahaan layanan logistik SiCepat Ekspres memperkuat jaringan operasionalnya hingga kini mampu melayani pengiriman ke seluruh Indonesia, termasuk kota dan kabupaten di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Ilustrasi outlet SiCepat. 

Perluasan layanan tersebut mencakup sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, hingga Papua. Langkah itu dilakukan untuk mempermudah pelaku usaha maupun masyarakat mengakses layanan logistik di berbagai daerah.

Dengan cakupan pengiriman yang semakin luas, pelaku usaha diharapkan dapat memperluas pasar tanpa terkendala keterbatasan wilayah distribusi. Jaringan pengiriman yang menjangkau seluruh Indonesia juga dinilai dapat membantu mempercepat distribusi barang ke berbagai daerah.

Baca Juga: Persaingan Bisnis Semakin Sengit, Lion Parcel Bidik Seller Marketplace Lewat Toco

Selain memperluas jaringan, SiCepat menyediakan berbagai pilihan layanan sesuai kebutuhan pelanggan, mulai dari layanan reguler, ekonomis, hingga kargo untuk pengiriman barang berukuran besar maupun dalam jumlah banyak.

"Pertumbuhan bisnis saat ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan pelaku usaha dalam menjangkau pelanggan di berbagai daerah," ujar Chief Executive Officer SiCepat Ekspres Barry Lim kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).

Barry mengatakan perusahaan akan terus mengembangkan jaringan dan menghadirkan inovasi layanan yang menyesuaikan kebutuhan pelaku usaha. 

Menurut dia, penguatan jaringan logistik diharapkan dapat mendukung pertumbuhan bisnis di berbagai wilayah sekaligus memperluas akses distribusi hingga ke daerah-daerah yang selama ini belum terjangkau secara optimal.

"Karena itu, kami terus memperkuat jaringan dan layanan agar dapat menjadi partner logistik yang mendukung ekspansi bisnis pelanggan di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Load More