Suara.com - Disimak sepintas, Mercedes-Benz eVito Tourer tak jauh berbeda dengan Mercedes Benz Viano, Valente, Metris, atau V-Class, nama alternatif produk ini di beberapa negara. Secara kategori termasuk di jajaran produk komersial dan berujud van atau mini bus.
Namun begitu melongok socket dilengkapi bukaan menyatu bodi, baru disadari, inilah produk dari ekosistem van elektrik atau eVan. Sebuah produk yang dikembangkan Mercedes-Benz untuk turut menyukseskan kendaraan non-emisi.
Dikutip dari situs resminya, Van Mercedes-Benz, perusahaan otomotif Jerman ini mengajak para pebisnis juga ikut serta mengubah langkah mereka. Contoh konkretnya, bila selama ini dikenal pemakaian Mercedes-Benz Vito sebagai taksi, di antaranya di London, ibu kota Britania Raya maka bisa diganti dengan Mercedes-Benz eVito Tourer. Demikian pula berbagai usaha jasa, seperti laundry, antar-jemput anak sekolah, panti orang tua, sampai rumah sakit, dan seterusnya.
Pendek kata, dengan bahan bakar non-emisi, yaitu baterai listrik, kegiatan bisnis tidak akan surut atau terhambat. Malahan seru, karena ikut berkontribusi menjaga lingkungan.
Mercedes-Benz eVito Tourer diambil antara lain dari model Mercedes-Benz Vito berspesifikasi mesin 1.6L dan 2.2L Turbo Diesel atau 2.0L bensin, yang telah lolos uji tabrak standarisasi Eropa dan Amerika Utara.
Sistem penggerak eVito adalah motor listrik, baterai bertegangan tinggi, pengubah tenaga, serta catu daya. Motor listrik memberi tenaga pada roda depan dan mengambil energi yang dibutuhkan dari baterai bertegangan tinggi. Yaitu berkapasitas 41 kWh dengan pelat pelindung mutakhir serta sistem listrik on-board bertegangan tinggi yang mampu dioperasikan secara otomatis. Luaran dari sistem daya ini adalah sebesar 7,4 kW dan dalam kondisi kosong sampai penuh bisa diisi ulang hanya dalam enam jam.
Secara cerdas, Mercedes-Benz eVito Tourer menyiapkan strategi operasional agar kinerja mesin semakin efisien. Yaitu dengan tiga program penggerak, serta empat tahap pemulihan. Dengan cara ini, maka konsumsi listrik tidak terbuang sia-sia dan bisa disimpan sebagai cadangan.
Tersedia aktivasi gerak program dalam bentuk E+, E, serta C yang bisa dioperasikan dari konsol tengah, dan mode berkendara D-, D, D+, serta D++.
Saat pengemudi melakukan pengereman, maka energi baterai disimpan dalam bentuk panas, untuk dikonsumsi saat terjadi percepatan. Demikian pula saat melahap lintasan menurun, tenaga yang tidak digunakan kendaraan juga disimpan dan mesin switch-off secara otomatis. Tahapan-tahapan inilah disebutkan mampu membuat tenaga Mercedes-Benz eVito Tourier PRO muncul maksimal sekaligus efektif dan efisien.
Baca Juga: Hore, Wuling Termasuk dalam 10 Brand Otomotif Ngetop Indonesia
Untuk saat ini, Mercedes-Benz eVito Tourer antara lain telah dioperasikan di Jerman dan Britania Raya, khususnya kota-kota London dan Milton Keynes.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Nggak Antre! Begini Cara Praktis Cetak Bukti Bayar STNK Sendiri di Rumah setelah Bayar Online 2026
-
Waspada! Inilah Faktor yang Bikin Tombol di Dashboard Mobil Cepat Rusak
-
Spesifikasi Mitsubishi Xforce Hybrid: Mending Mana Lawan HR-V HEV dan Yaris Cross HEV?
-
Mitsubishi Siapkan Robot Perakit Mobil, Alasannya Tak Tertebak
-
Berapa Harga Sepeda Listrik? Ini 5 Rekomendasi yang Tangguh, Murah dan Awet
-
Torsi Honda New Vario Evo 160 Naik, Kok Suspensi Belakang Dibiarkan Keras?
-
Dinamika Penjualan Kendaraan Batam Menggeliat Lewat Pameran Otomotif
-
5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
-
Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol
-
BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik