Suara.com - Menggelar balap single seater seperti Formula One (F1) di Ibu Kota Jakarta? Mengapa tidak. Beberapa kota di Eropa dan Asia mementaskan kejuaraan ini di sirkuit jalan raya alias sirkuit non-permanen.
Sebutlah gelaran F1 jalan raya yang paling terkenal di Eropa, yaitu Sirkuit Spa-Francorchamps (Belgia) dan Sirkuit Monte Carlo (Monako). Keduanya tergolong sirkuit jalan raya tertua di benua itu. Kondisi trek bisa digunakan keseharian, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan penyelenggara, yaitu Federation Internationale de l'Automobile (FIA).
Sementara di Asia Tenggara, bisa disebutkan penyelenggaraan F1 GP Singapura. Dan untuk kelas balap formula di bawah kategori F1 dipentaskan antara lain di Macau, Special Administration Region (SAR) China. Rujukannya semua adalah memenuhi persyaratan sirkuit jalan raya dari FIA.
Di Tanah Air, gelaran ini sangat boleh jadi bakal seru, bahkan bisa menjadi wacana bagi pemerintah dan warga untuk semakin akrab dengan tunggangan non-emisi. Pasalnya gelaran yang mendarat di Indonesia adalah Formula-E Championship. Atau balap single seater dengan tunggangan bertenaga listrik.
"Masih dalam pembahasan yang lebih detail," demikian papar Achmad Firdaus, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, seperti dikutip dari kantor berita Antara pada Senin (15/7/2019) yang menyatakan sejumlah jalan raya di Jakarta tengah diuji kelayakannya oleh panitia pada 8 - 9 Juli 2019.
Bila lintasan jalan raya memenuhi kualifikasi FIA untuk gelaran bertajuk ABB FIA Formula E, seperti kutipan dari kantor berita Antara soal uji kelayakan rute, maka ruas di Ibu Kota bakal memberikan poin penting bagi pengguna jalan raya pula.
Pertama, aspal di Ibu Kota memenuhi standar untuk menggelar balapan yang berada dalam lingkup FIA. Artinya, tidak menutup kemungkinan balap dengan sirkuit jalan raya versi single seater lainnya akan digelar di sini pula.
Kedua, para pengguna jalan raya di Jakarta boleh bergirang hati bahwa kualitas lintasan yang mereka lintasi setiap hari berstandar internasional. Bila sebuah race saja bisa dilangsungkan di sini, maka menjadi semacam garansi bahwa pemakaian keseharian dijamin mantap. Meski bukan berarti untuk kebut-kebutan karena etika berlalu lintas mesti dijaga. Ditambah adanya pengawasan kamera CCTV untuk ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).
Sebagai catatan, dikutip dari situs resmi FIA Formula E, ABB FIA Formula E saat ini menggunakan teknologi Gen2. Sekitar lima tahun menggelar balapan, sebelumnya adalah Gen1 dengan inisiasi balapan sekitar 2011 dan debut global pada 2014 di Beijing, China.
Baca Juga: Mercedes-Benz Ajak Ubah Cara Berbisnis lewat eVito Tourer
Untuk musim 2018 dan 2019 dipentaskan 22 jet single seater Gen2 yang berlaga di sekitar 12 sirkuit. Sedangkan tim konstruktor yang bertarung adalah Jaguar, Nissan, BMW, Audi, DS, serta Mahindra.
Bertenaga 250kW, akselerasi tunggangan balap energi listrik Gen2 mampu berakselerasi 0 - 100 km per jam dalam 2,8 detik, dan kecepatan maksimal 280 km per jam.
Kira-kira jalan raya manakah di Jakarta yang memenuhi persyaratan ini, kita tunggu bersama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
7 Mobil Listrik Super Fast Charging, Isi Baterai Cuma 18 Menit Bisa Tempuh Jarak Jauh
-
Jadwal Astra Honda Dream Cup 2026: Hadir di 3 Kota Besar, Vario 160 Masuk Lintasan
-
Insentif Mobil Listrik Dikaji Ulang, Hyundai Berharap Ada Benefit Lebih
-
Dominasi Mobil Murah dan Kendaraan Niaga Jadi Bukti Masyarakat Masih Cari Kendaraan Fungsional
-
Intip Harga Daihatsu Gran Max Terbaru, Calon Mobil Sejuta Umat Tembus 900 Ribu Unit
-
Isuzu dan Toyota Kolaborasi Kembangkan Truk Bertenaga Hidrogen Sasar Sektor Logistik
-
WR155 vs CRF150L Lebih Murah Mana? Tengok Daftar Harga Motor Trail 150cc
-
Hyundai Pinjamkan Mobil Listrik Gratis saat Mobil Dalam Perbaikan di Bengkel Resmi
-
Inikah Calon Yamaha MX King Baru? Bodi Berotot dan Suspensi Kokoh
-
Biaya Bulanan dan 5 Tahunan Polytron Fox 350 Sewa Baterai vs Kepemilikan Penuh, Gapnya Diluar Dugaan