- PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor Mahindra Scorpio 4x4 untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih.
- Fitur penggerak empat roda harus dimaksimalkan agar fungsi kendaraan tidak mubazir dan lebih efisien.
- Mahindra Scorpio dibekali mesin mHawk 2.2 liter, kapasitas angkut besar, dan fitur keselamatan modern.
Suara.com - Langkah besar diambil oleh BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara dalam mendukung mobilitas ekonomi pedesaan. Sebanyak 105 ribu unit mobil pick up dari India perlahan mulai didatangkan ke Tanah Air untuk dijadikan kendaraan operasional resmi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Salah satu bintang utama yang telah mendarat adalah Mahindra Scorpio. Sebagian unit pick up tangguh ini bahkan sudah tampil gagah dengan balutan livery atau stiker khas Koperasi Desa Merah Putih.
Sesuai dengan spesifikasi ketat yang diminta oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, mobil ini wajib dibekali sistem penggerak empat roda atau 4x4.
Namun, di tengah kedatangan armada baru ini, muncul sebuah sorotan tajam: Benarkah fitur 4x4 pada pick up tersebut berpotensi mubazir?
Ancaman Fitur Canggih yang Jadi 'Pajangan'
Membawa kendaraan dengan fitur 4-Wheel Drive (4WD) ke area pedesaan, perkebunan, atau pertambangan nyatanya tidak cukup hanya bermodal insting mengemudi.
Ada kekhawatiran nyata bahwa fitur mahal ini justru tidak akan terpakai maksimal jika pengemudinya kurang teredukasi.
Banyak kejadian di lapangan, pengemudi hanya mengandalkan sistem 2-Wheel Drive (2WD) karena tidak tahu cara mengoperasikan penggerak empat roda.
Oleh karena itu, pengurus dan operator KDMP wajib membaca buku panduan kendaraan. Jangan sampai spesifikasi tinggi yang telah dibeli dengan dana besar berujung percuma.
Baca Juga: Ini 3 Jenis Pick Up yang Didatangkan Agrinas, Carry dan Gran Max Kalah Kelas
Edukasi Singkat: Jangan Takut Pakai 4x4!
Bagi para calon pengemudi Mahindra Scorpio KDMP, penting untuk memahami bahwa sistem 4x4 diciptakan dengan beberapa konfigurasi (2H, 4H, dan 4L):
- 2H (2-High): Digunakan untuk jalanan aspal normal. Mobil hanya digerakkan oleh dua roda belakang.
- 4H (4-High): Keempat roda bergerak bersamaan, cocok digunakan di jalan tanah, licin, atau berpasir pada kecepatan sedang hingga tinggi.
- 4L (4-Low): Senjata rahasia untuk menaklukkan medan offroad ekstrem. Menghasilkan torsi raksasa di kecepatan sangat rendah untuk menarik beban atau keluar dari lumpur.
Ketika traksi diperlukan, fitur 4WD harus selalu digunakan.
Mengaktifkan 4x4 justru membuat pergerakan kendaraan jauh lebih efisien, daya cengkeram ban lebih mantap, dan jarak pengereman lebih pendek berkat prinsip tarik-dorong dari keempat roda. Intinya:
Sudah dibeli mahal-mahal, wajib dipakai!
Spesifikasi Badas Mahindra Scorpio Pick Up
Tidak heran jika PT Agrinas Pangan Nusantara menjatuhkan pilihan pada mobil ini. Mahindra Scorpio Pick Up bukanlah kendaraan niaga kelas bawah. Berikut rincian ketangguhannya:
1. Mesin & Performa Tangguh
Mobil ini menggendong mesin diesel 2.2 liter mHawk turbo intercooler yang sudah berstandar emisi Euro 4.
Jantung pacu ini memuntahkan tenaga 140 PS dengan torsi monster mencapai 320 Nm, yang disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan.
Khusus varian 4WD, terdapat fitur crawl mode (melaju perlahan di medan ekstrem) melalui mode 4Low.
2. Kapasitas Angkut Ekstra Besar
Hadir dalam dua versi, dimensi Single Cabin memiliki ruang bak 2.294 mm x 1.520 mm x 550 mm.
Sedangkan versi Double Cabin memiliki panjang bak 1.489 mm. Dengan ground clearance jangkung (210 mm), mobil ini sanggup memikul beban hingga 1,2 ton di bak belakang, serta memiliki kemampuan menarik (towing) hingga 2,5 ton.
3. Bertabur Fitur Modern
Meski kodratnya adalah 'mobil kuli', kenyamanan dan keselamatan pengemudi tetap diutamakan.
Mahindra Scorpio telah dibekali perangkat modern yang tak kalah dari mobil penumpang perkotaan.
Mulai dari Dual Airbag, rem ABS, Power Window, spion elektrik (Electric Mirror), Head Unit 2DIN dengan koneksi USB, hingga tombol Cruise Control yang bertengger di setir.
Dengan spesifikasi yang luar biasa ini, kehadiran Mahindra Scorpio di jajaran operasional Koperasi Desa Merah Putih diharap mampu mendongkrak produktivitas tanpa ada satu pun fitur canggih yang terbuang sia-sia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
5 Rekomendasi Motor Listrik Murah untuk Wanita, Mulai Rp3 Jutaan
-
Persiapan Mudik Lebaran 2026: 9 Pilihan Mobil Nissan 60 Jutaan, Cocok Bawa Keluarga Besar ke Kampung
-
Ilmuwan China Kembangkan Baterai Mobil Listrik dari Bahan Plastik Organik
-
4 Pebalap Muda Indonesia Siap Panaskan Aspal Moto4 Asia Cup 2026 di Thailand, Cek Jadwal Race-nya
-
Mitsubishi Siap Produksi Pikap Kopdes Merah Putih, Tapi Belum Pernah Ditawari Agrinas
-
Bukan Hanya Ganti Oli, Motul Ajak Pemilik Motor Tingkatkan Standar Servis
-
Isuzu Indonesia Incar Market Share Lebih dari 30 Persen Tahun 2026
-
Mau Mudik Nyaman Tanpa Banyak Beban? Pertamina Bagi-bagi THR Ratusan Ribu Menjelang Lebaran
-
7 Pilihan Sleeper Bus Terbaik Buat Mudik, Aman dan Fasilitasnya Komplet
-
Komparasi Mahindra Scorpio Pick Up vs Isuzu Traga Untuk Kendaraan Operasional