Suara.com - Modus nakal berujung pemerasan di Puncak, Bogor, Jawa Barat kembali terjadi. Modus lama ini mengincar pemobil awam dan mudah panik.
Melalui jejaring Facebook, warganet bernama Roy membagikan pengalaman pemobil, yang pernah dikerjai dengan modus menyiram oli bekas dengan campuran belerang ke rem mobil.
"Sampe di tengah perjalanan, tepatnya di depan PLN Cisarua (tercium) bau hangus menyengat dari dalam mesin. Keluar asap tebal seperti mobil mau kebakar. Kayaknya pirodo (kampas) kopling hangus kebakar. Akhirnya berhenti dulu mau ngecek mesin, kap mobil dibuka dan asap ngepul kayak kebakaran," katanya.
Awalnya si pemobil mengaku panik atas kejadian yang menimpanya. Namun tak berapa lama ia langsung teringat modus operandi yang memang biasa terjadi di daerah Puncak.
"Kacau, baru aja nyetir, kampas kopling rusak, padahal bawa Innova tahun muda. Tapi dalam hati udah feeling jalan Puncak - Cisarua suka ada komplotan bengkel modus yang suka nyemprotin oli bekas ke rem cakram yang ada di ban depan, dan entah apa campurannya mobil bisa seperti kayak kebakaran," imbuhnya.
Benar saja tak lama kemudian, ia dihampiri oleh beberapa orang yang menggunakan wearpack atau seragam Toyota sudah siap membawa alat bengkel.
"Nggak ada angin, nggak ada hujan, nggak ada yang ngundang juga tahu-tahu datang terus nyenterin mesin mobil dan bilang 'Koplingnya kebakar, pak' Ah diemin aja, nggak diladenin. Setelah dicuekin akhirnya malu, terus pergi sendiri,"
Ia pun menambahkan "Untuk teman-teman, hati-hati dan kenali komplotan ini biar nggak kena tipu kalau nyetir ke Puncak - Ciloto sampai Cisarua. Komplotan ini banyak beroperasi di sana, modusnya nyemprot oli bekas ke rem dengan campuran belerang biar asepnya banyak,"
Roy juga mengingatkan untuk tidak meladeni montir gadungan tersebut karena malah akan mengacak-acak mesin, membuat seolah mobil jadi rusak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman
-
Bukan Bebas, Kejagung Pastikan Febrie Adriansyah Tetap Tersangka Usai Pelimpahan dari Polri
-
Siapa 'Tamu Tak Diundang' yang Disinggung Prabowo dalam Pidatonya?
-
6 Cara Membersihkan Sepatu Sekolah Putih yang Kotor agar Bersih seperti Baru
-
Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat
-
Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI
-
Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris
-
Bukan Cuma Tubuh, Ini 5 Alasan Fermentasi Makanan Ramah untuk Lingkungan
-
5 Clarifying Toner yang Bantu Kulit Wajah Lebih Halus dan Sehat
-
Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara