Suara.com - Salah satu upaya tertib berlalu lintas adalah memahami peraturan dan rambu-rambu di jalan raya serta mempersiapkan kendaraan sesuai yang disyaratkan. Seperti kondisi lampu depan - belakang, sistem pengereman, knalpot standar, hingga pelat nomor kendaraan bermotor.
Dikutip dari kantor berita Antara, Kepolisian Resor Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua telah mengembalikan 15 unit motor hasil curian kepada pemilik sah. Adapun total kendaraaan roda dua yang diamankan di sana total mencapai 1.038 unit sepeda motor.
AKBP Dominggus Rumaropen, Kapolres Jayawijaya di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu (5/2/2020) menyatakan bahwa 15 unit motor dikembalikan bersama acara peluncuran program smart SIM di Mapolres Selasa, (4/2/2020).
Soal pengembalian ini, Kapolres Jayawijaya juga mengimbau pengendara untuk taat berlalu lintas. Berdasar razia yang dilakukan pihaknya, hampir sebagian besar motor di Jayawijaya tidak dilengkapi pelat nomor kendaraan, spion maupun surat-surat.
"Pelat nomor pada bagian depan dan belakang harus dipasang, sebab kami akan terus melakukan razia, razia dan razia, serta patroli yang sifatnya meng-hunting sehingga motor yang tak jelas, semua akan diamankan ke Polres," tandas AKBP Dominggus Rumaropen.
Dalam proses mengembalikan sepeda motor kepada pemilik yang sah, Kapolres Jayawijaya menyebutkan bahwa kendaraan hasil curian itu antara lain didapatkan Polisi saat memeriksa keabsahan dokumennya. Saat pengguna tidak mampu menunjukkan legalitas berupa surat-surat atau dokumen pendukung, maka diamankan Polisi.
"Lantas kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan, supaya ke Kapolres Jayawijaya. Akhirnya mereka datang dan kami kembalikan motor yang hilang. Ada kendaraan yang hilang pada tahun 2015 yang dikembalikan," tandas AKBP Dominggus Rumaropen.
Selain mengembalikan 15 sepeda motor hasil curian kepada pemilik tadi, menurut AKBP Dominggus Rumaropen, anggota Polres Jayawijaya juga mengamankan 30 unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat dalam kegiatan patroli Rabu malam (5/2/2020).
Hingga kini, AKBP Dominggus Rumaropen menyebutkan bahwa jumlah keseluruhan motor yang telah dikembalikan kepada pemilik adalah 20 unit, sebab pada Januari ada 5 unit motor curian dipertemukan dengan pemilik aslinya, lalu Februari telah diserahkan 15 unit kepada pemilik sahnya.
Baca Juga: Wabah Coronavirus, Perusahaan Otomotif Satu Ini Paling Terdampak
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bedah Data: Fenomena Unik Peminat Mobil Mitsubishi, Makin Mewah Malah Makin Laku
-
Strategi Yadea Percepat Kepemilikan Motor Listrik Lewat Skema Kredit di PRJ 2026
-
Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas
-
Pemerintah Kembali Tunda Insentif Mobil Listrik, Industri Otomotif DIpaksa Menunggu Tanpa Kepastian
-
Daftar Mobil SUV 1500cc 2 Baris Terlaris Sepanjang 2026, Fronx Dikeroyok Duo Honda
-
Datsun Go Solusi Transportasi Merakyat? Kencang, Harga Miring, tapi Begini Catatan dari Pakar
-
Membongkar Fakta MPV Penggerak Roda Depan yang Sering Dianggap Remeh Saat Menanjak
-
Penjualan Toyota GR Supra Justru Melejit saat Produksinya Resmi Dihentikan
-
Tunda Memaksakan Diri Nyicil Vario Evo, Ini 6 Motor Under 5 Jutaan Cocok untuk Pelajar 2026
-
Ketidakjelasan Insentif Pemerintah Berisiko Hambat Laju Penjualan Mobil Listrik Nasional