Suara.com - Wabah Virus Corona atau COVID-19 cenderung membuat banyak perusahaan di negara-negara industri mengambil langkah-langkah drastis demi mencegah penyebaran lebih lanjut. Misalnya pembatasan ekspedisi atau penutupan pabrik. Hampir dipastikan, jika pandemi terus berlanjut, dengan terpaksa banyak industri otomotif yang mengandalkan komponen impor dari negara-negara terdampak akan menghentikan produksi.
Bahkan menurut seorang pengamat otomotif, Yannes Martinus Pasaribu, jika wabah COVID-19 terus berlarut akan berdampak pada naiknya harga suku cadangnya, dan ini akan membuat beban biaya tambahan tadi dimasukkan kepada harga akhir kendaraan dan ujung-ujungnya menjadi beban konsumen.
Memang pemerintah sudah berupaya mengantisipasinya dengan melakukan relaksasi pajak. Tetapi hal ini lebih bergantung pada kesiapan negara-negara pengekspor bahan baku dan parts untuk menyuplai kebutuhan pabrik-pabrik perakitan yang ada di Indonesia.
"Kita semua paham bahwa tidak ada industri otomotif yang 100 persen membuat sendiri seluruh bahan baku hingga parts. Semua saling bergantung dalam sebuah sistem rantai pasok global," kata Yannes Martinus Pasaribu.
Ia menambahkan, kondisi saat ini yang mengharuskan orang untuk tetap berdiam di rumah dalam waktu lama juga akan membuat masyarakat lebih berfokus pada keselamatan diri dan keluarganya. Hal ini juga akan menurunkan minat mereka untuk memenuhi keinginan tersier mereka, yaitu membeli kendaraan.
Keselamatan diri dan keluarga selalu akan menjadi hal yang primer, atau yang utama. Dalam dua minggu ini diyakini pembelian kendaraan bermotor akan menyusut drastis akibat hal ini. Yang disebut sebagai social distancing.
"Jika ternyata waktunya lebih dari dua minggu maka dampaknya akan lebih besar lagi terhadap penurunan minat masyarakat untuk membeli kendaraan," ujar Yannes Martinus Pasaribu.
Selain itu, lelaki yang berprofesi sebagai dosen ITB ini pun memprediksi, permasalahan lain yang muncul adalah efek domino jika kasus Virus Corona ini berkepanjangan akan semakin sulit ditangani. Dampak terparah bisnis otomotif dan seluruh mata rantainya akan lumpuh akibat pasar otomotif global hingga domestik yang turun secara dramatis.
Baca Juga: COVID-19 Mencapai Eropa, Ini Laporan Otomotif Volkswagen Group
"Insentif pemerintah untuk impor bahan baku hingga parts industri otomotif tidak banyak menolong jika produsen parts di negara lain yang terkoneksi dengan jejaring perakitan di Indonesia tidak dapat berpoduksi dalam jangka panjang secara optimal, seperti sebelum terjadinya kasus pandemik Corona ini," tutup Yannes Martinus Pasaribu.
Saat ini, di luar aturan negara-negara lain yang melakukan kuncitara atau kunci sementara alias lockdown, pemerintah Indonesia dan setempat juga mengimbau agar warga melakukan social distancing di kediaman masing-masing.
Bagaimanapun, social distancing adalah wacana penting untuk mencegah cepatnya laju Novel Coronavirus. Dengan menerapkan Working From Home (WFH), tidak bepergian kecuali sangat penting atau mendesak, serta membatasi lingkup gerak sosial termasuk bertemu dengan banyak orang, semoga kondisi masyarakat Indonesia terutama aspek kesehatan terus menunjukkan grafik aman terkendali dalam kurva eksponensial melawan laju Virus Corona atau COVID-19.
Catatan dari Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Terpopuler: Mengenal KKB The Elite Program Cicilan Mobil Ringan, Harga Motor VinFast
-
Honda Luncurkan SUV Hybrid Baru Sekaliber CR-V, Mending Mana?
-
Daftar Daerah yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan
-
Astra UD Trucks Tegaskan Komitmen pada Kelestarian Lingkungan di Boja Farm
-
Menanti Hasil Investigasi Kecelakaan Maut Taksi Green SM, VinFast Indonesia Berdalih Entitas Berbeda
-
Perpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik, Peneliti Kembangkan AI Mutakhir
-
Misi Pebalap Muda Indonesia Muhammad Kiandra Jelang Debut Moto3 Junior di Spanyol
-
Usai Gagal Merger dengan Honda, Ini 3 Strategi Nissan untuk Bangkit
-
Jakarta-Bali Tanpa Pusing Isi BBM? Membedah Gila-gilaan Jarak Tempuh Teknologi Mobil BYD DM
-
Nissan Tertarik Gelontorkan Mobil Murah tapi Bukan EV