Suara.com - Indonesia telah menetapkan aturan wajib menyalakan lampu bagi sepeda motor saat melaju di jalan raya. Tujuannya agar pengemudi bisa melihat keberadaan kendaraan di belakangnya melalui kaca spion.
Seiring kemajuan teknologi, fitur lampu kendaraan juga semakin canggih. Ada beberapa brand otomotif global yang sudah menerapkan fitur lampu otomatis. Yaitu berkemampuan menyala sendiri saat sensor mendeteksi pancaran cahaya mulai berkurang.
Di Jepang, keberadaan lampu otomatis sekarang menjadi hal wajib. Terutama untuk kendaraan baru. Dalam laporan yang ditulis oleh Driving Vision News, para pembuat mobil di Jepang diharuskan untuk melengkapi kendaraan baru mereka dengan lampu fungsi otomatis mulai 1 April 2020.
Selain itu, fitur harus dibuat permanen agar tidak bisa dimatikan sesuka hati oleh pengemudi. Berdasarkan peraturan internasional, lampu utama juga harus bisa dinyalakan hanya dalam waktu dua detik ketika tingkat cahaya sekitar berkurang menjadi kurang dari 1.000 lux atau sekitar 15 menit sebelum matahari terbenam pada hari yang cerah.
Adapun model mobil yang diperkenalkan sebelum April, masih mendapatkan izin untuk dijual tanpa lampu otomatis sebelum Oktober 2021. Namun selanjutnya, setiap mobil harus dilengkapi lampu depan otomatis.
Tak hanya berlaku untuk mobil, aturan ini juga akan mengenakan truk dan bus. Semua akan diwajibkan mematuhi aturan fungsi lampu otomatis mulai Oktober 2023.
Kebijakan yang diambil pemerintah Jepang sebenarnya bukan tanpa alasan. Di Negeri Matahari Terbit, terjadi peningkatan kecelakaan saat senja yang korban para lansia dan pesepeda. Lampu depan otomatis tidak hanya memberikan visibilitas bagi pengemudi, namun turut meningkatkan visibilitas kendaraan lain di jalan sehingga mengurangi potensi kecelakaan.
Baca Juga: Viral Warga Semangati Pasien Corona yang Dijemput Pakai Ambulans
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Murah dengan Opsen yang Nggak Bikin Perih, Pikap Agrinas Tuai Kritik
-
5 Mobil dengan Pajak Murah, Bensin Irit, dan Opsen Nggak Bikin Perih
-
Rektor Paramadina Kritik Rencana Impor 105.000 Pikap: Deindustrialisasi Terselubung
-
Alasan Agrinas Pilih Impor 105 Ribu Pick Up India Ketimbang Produk Lokal
-
Pilih Mobil Hybrid atau Plugin Hybrid? Cek Perbandingannya di Sini
-
Ukuran Mobil Avanza Berapa? Pastikan Muat di Garasi, Segini Harganya Jelang Musim Mudik Lebaran
-
Geely EX2 Catatkan Ribuan Pemesanan di IIMS 2026
-
Ganti Oli Motor Matic Berapa Bulan Sekali? Ini 5 Rekomendasi Pelumas Ciamik
-
Mau Jual Mobil Bekas di Mana? 5 Rekomendasi Situs untuk Jual Mobil
-
GAC Indonesia Kantongi Ribuan SPK di IIMS 2026, AION UT Jadi Primadona