Suara.com - Daimler, induk dari Mercedes-Benz mengumumkan segera menghentikan produksi sedan anak perusahaannya di pabrik Amerika Serikat dan Meksiko. Adapun alasannya adalah restrukturisasi biaya masa pandemi COVID-19. Demikian dikutip dari CNBC.
Pembuat mobil asal Jerman ini terpaksa mengambil keputusan tadi, setelah membukukan kerugian operasi sebesar 1,91 miliar dolar Amerika Serikat (AS) di kuartal kedua. Selain itu, terjadi penurunan permintaan, penutupan beberapa dealer, dan akhirnya terjadilah kerugian perusahaan.
Tercatat penjualan Mercedes-Benz tipe sedan seperti C-Class memang terus mengalami penurunan di Negara Paman Sam. Berdasarkan data Carsalesbase, Mercedes-Benz C-Class terjual 88.251 unit pada 2013 dan 2018 hanya membukukan 60.410 unit.
Dengan menghentikan produksi C-Class, pabrik di Alabama memiliki ruang lebih untuk digunakan. Saat ini, pabrik memanfaatkan 93 persen dari kapasitas maksimalnya.
Artinya, tidak ada ruang banyak untuk bertumbuh. Solusinya, mereka bisa memindahkan produksi Mercedes-Benz C-Class ke pabrik yang tidak terlalu padat.
Apabila pihak Mercedes-Benz memindahkan produksi C-Class, maka space kosong ini bisa dimanfaatkan untuk memproduksi mobil kategori Sport Utility Vehicle atau SUV, seperti Mercedes-Benz GLE dan GLS. Terlebih perusahaan juga terus melakukan pengembangan mobil listrik.
Dan sejauh ini belum ada pengumuman resmi perusahaan tentang tanggal pasti berakhirnya produksi model sedan seperti A-Class dan C-Class di Meksiko dan Amerika Serikat.
Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan selalu ikuti protokol kesehatan tata normal baru. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama rutin cuci tangan. Selalu saling dukung dan saling jaga dengan tidak berdiri berdekatan, menggerombol, serta mengobrol, dalam mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCovid-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119
Baca Juga: Mercedes-Benz Kenalkan Mobil Swakemudi Diotaki Chip NVidia
Berita Terkait
-
Aksi di Kedubes AS Jakarta, Pemuda Dukung Paus Leo XIV Tolak Perang Trump-Iran
-
Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China
-
Iran Menang Banyak! Tol Selat Hormuz Resmi Hasilkan Cuan di Tengah Kepungan AS-Israel
-
Blokade Militer Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Iran Dekat Perairan Indonesia
-
Pejabat Kontraterorisme Era Donald Trump Diskors, Terseret Dugaan Skandal Sugar Daddy
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Itung-itungan Pajak Tahunan Wuling Air EV usai Aturan Baru: Masih Layak Dilirik?
-
5 Rekomendasi Jaket Cowok Murah untuk Naik Motor Harian Anti Gerah
-
Tren Mobil Listrik Murah Mulai Gerus Pasar MPV Konvensional di Indonesia
-
5 Mobil Listrik Termurah di Bawah Harga Brio RS: AC Sejukkan si Kecil, Peneduh dari Bara El Nino
-
Wuling Tetap Pede Jual Mobil Listrik di Tengah Aturan Pajak Baru
-
Dominasi Daihatsu Gran Max di Pasar Mobil Niaga Indonesia Kian Tak Terbendung Kompetitor
-
5 Rekomendasi Jaket Murah Bisa Dipakai Harian untuk Pemotor Cewek, Anti Gerah Sepanjang El Nino
-
Kena Regulasi Baru, Segini Itung-itungan Pajak BYD Atto 1: Masih Worth It?
-
Indef: Realisasi Mobil Listrik Baru 104.000 Unit, Transisi Energi Jauh dari Target
-
Sertifikasi IKD Sudah di Tangan, Pabrik BYD Tinggal Menunggu Waktu Lakukan Produksi Massal