Jual bensin eceran yang banyak ditemukan di lokasi wisata di berbagai kota di Tanah Air. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Suara.com - Mengisi bensin eceran terpaksa dilakukan para pengguna sepeda motor saat kepepet. Bisa jadi saat keasyikan berperjalanan dan berada di lokasi jauh dari SPBU atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar. Mau tidak mau, pilih penjual eceran. Nah sayangnya, masih ada pedagang nakal yang mencampur alias mengoplos bensin untuk mencari keuntungan.
Jika digunakan pada sepeda motor pastinya dapat merusak komponen-komponen dalam dapur pacu. Bahkan dampak terparah bisa mengakibatkan turun mesin.
Meski dalam keadaan terdesak, sebenarnya ada beberapa cara sederhana untuk membedakan mana bensin yang asli dan oplosan.
Seperti dikutip dari Wahana Honda, berikut beberapa cara untuk membedakannya:
Pakai jari tangan
- Caranya sederhana, hanya perlu mencelupkan jari tangan ke dalam bensin yang dijual. Tunggu beberapa detik dan amati bagaimana pengupan yang terjadi pada bahan bakar.
- Jika mendapati bensin cepat hilang atau mengering maka hal tanda bahan bakar murni. Apabila sebaliknya, beberapa detik tidak ada perubahan dan meninggalkan zat sisa, indikator bensin oplosan.
Pakai koran bekas
- Cara lain untuk menguji hal ini adalah koran. Pengunaan halaman bercetak tulisan dan gambar bisa dilakukan untuk mengetahui mana bensin oplosan dan murni.Coba teteskan secukupnya.
- Bila bensin itu oplosan atau telah dicampur, menjadikan sebuah tulisan di koran luntur. Pasalnya, kebanyakan pengoplos mengunakan minyak tanah sebagai bahan campuran. Sedangkan tinta di koran tidak tahan dengan cairan ini.
Perhatikan warna bensin
- Memperhatikan warna pada bahan bakar yang dijual juga bisa menjadi solusi. Meski diperlukan pengamatan yang sangat cermat, bila kerap mengisi bahan bakar di SPBU, pasti mudah untuk membedakannya.
- Pada umumnya, bensin yang asli akan berwarna bagus. Premium kuning cerah, pertalite hijau, sedangkan pertamax merah layaknya sirup, dan biru tua untuk RON 92. Bila menemui selain warna ini saat mengisi bensin di pengecer, bisa dipastikan bensin oplosan.
- Satu lagi, semua bensin yang asli tidak akan meninggalkan banyak endapan di dasar botol. Bahan bakar selalu bening tanpa terkontaminasi bahan lain.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Favorit Ibu Rumah Tangga, Motor Pesaing Honda ADV 160 dan CB150X
-
Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
-
Indomobil Boyong Mobil Listrik Leapmotor B10 ke GIIAS 2026, Langsung Dirakit Lokal
-
Harga Honda ADV 160 Baru vs Aprilia SR GT 200 Bekas Selisih Tipis, Mana yang Lebih Layak Dilirik?
-
Tips Aman Touring Motor Lintas Pulau Tanpa Kendala, Lakukan Persiapan di Bengkel Resmi
-
Daftar 25 Mobil Listrik Berbaterai Nikel di Indonesia, Dapat Insentif Lebih Besar dari Pemerintah
-
Penantang CB150X dari Yamaha Tebar Pesona: Kebal Bioetanol, Harganya Segini
-
7 Mobil Diesel Irit Solar, Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM Pertamina
-
Kolaborasi Raksasa Otomotif Jepang Bikin Skuter Hidrogen Tandingan Motor Listrik Baterai
-
Harga Yamaha XSR155 Bekas Tinggal Segini 'In This Economy', Waktunya Serok atau Skip?