- Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan penghentian impor solar telah efektif berjalan sejak April 2026 di Jakarta.
- Kebijakan ini mewajibkan SPBU swasta membeli pasokan solar dari Pertamina guna mendukung kemandirian energi nasional melalui produksi dalam negeri.
- Peningkatan kapasitas Kilang Balikpapan menjadi 360 ribu barel per hari mampu memenuhi kebutuhan solar sekaligus memperkuat implementasi program B50.
Suara.com - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebut penghentian impor solar sudah mulai dijalankan sejak April lalu.
Menurutnya, penghentian impor tersebut sejalan dengan kewajiban bagi SPBU swasta untuk menyerap pasokan solar dari PT Pertamina (Persero).
"Sudah, sudah (stop impor solar dijalankan)," ujar Laode saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Rabu (6/6/2026).
Dengan direalisasikannya penghentian impor solar, Laode mengungkapkan, sejumlah SPBU swasta kini mulai membeli kebutuhan bahan bakar mereka dari Pertamina.
Ia menjelaskan, sejak kebijakan tersebut diumumkan, koordinasi secara intensif terus dilakukan dengan pihak swasta.
"Sebenernya kan sejak diumumkan, itu sudah dilakukan pertemuan-pertemuan. dan kalau ditanya ke swasta pasti sudah ada, coba saja tanya," kata Laode.
Penghentian impor solar ini juga setelah beroperasinya Kilang Balikpapan pasca-revitalisasi melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Proyek ini meningkatkan kapasitas produksi Kilang Balikpapan secara signifikan, dari sebelumnya 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel per hari.
Dengan peningkatan ini, Kilang Balikpapan mampu memasok sekitar 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional. Selain kapasitas, kualitas bahan bakar yang dihasilkan pun meningkat menjadi standar EURO V yang lebih ramah lingkungan guna mendukung pengurangan emisi gas buang.
Dari sisi teknis, Nelson Complexity Index (NCI) Kilang Balikpapan ditargetkan melonjak dari 3,7 menjadi 8. Peningkatan ini memungkinkan kilang untuk memaksimalkan pengolahan produk sisa (bottom product).
Baca Juga: Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi
Langkah penyetopan impor ini juga memperkuat persiapan implementasi B50 yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Saat ini, progres B50 masih dalam tahap uji coba di berbagai sektor, mulai dari pertambangan hingga transportasi kereta api.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya
-
Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil