Suara.com - Bagi pengendara motor, mobil, bahkan kendaraan berat sekalipun, penting untuk memeriksa ban kendaraan sebelum bepergian.
Hal tersebut berhubungan erat dengan alasan keamanan dan kenyamanan selama berkendara mengingat ban adalah komponen penting dari kendaraan.
Ban yang berfungsi dengan baik dan awet tentunya akan menguntungkan pengguna dan pemilik kendaraan. Nah, dilansir dari Rideapart, salah satu kunci dari keawetan ban ternyata adalah tekanan angin yang pas.
Ban dengan tekanan angin terlalu tinggi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman saat dikendarai. Sedikit saja gelombang di jalan bakal lebih terasa.
Tak cuma itu, ban yang terlalu keras juga rawan pecah karena udara di dalam ban bisa mengembang saat kendaraan tengah digunakan.
Tak cuma itu, roda dengan tekanan angin yang kurang juga bisa menimbulkan percepatan keausan. Hal ini disebabkan karena telapak roda yang bersentuhan dengan aspal menjadi tidak optimal.
"Beberapa orang suka sedikit mengempiskan ban agar kendaraan lebih empuk. Namun agar lebih aman, pastikan tekanan roda kendaraan anda pas." kata T.J.Tennent, Bridgestone Tires Engineering Manager.
Dengan kata lain, cek tekanan angin kendaraan anda, baik roda depan dan roda belakang sebelum bepergian. Jangan lupa isi angin dulu kalau ban kendaraan anda sedikit kempes.
Kalau tekanan angin ban terasa berlebihan, anda juga bisa menguranginya sedikit. Tentu dengan pedoman keselamatan dan keamanan berkendara.
Baca Juga: Momen Romantis Jerinx Cium Pipi Nora di Mobil Tahanan, Inilah Cinta Sejati!
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Astra UD Trucks Tegaskan Komitmen pada Kelestarian Lingkungan di Boja Farm
-
Menanti Hasil Investigasi Kecelakaan Maut Taksi Green SM, VinFast Indonesia Berdalih Entitas Berbeda
-
Perpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik, Peneliti Kembangkan AI Mutakhir
-
Misi Pebalap Muda Indonesia Muhammad Kiandra Jelang Debut Moto3 Junior di Spanyol
-
Usai Gagal Merger dengan Honda, Ini 3 Strategi Nissan untuk Bangkit
-
Jakarta-Bali Tanpa Pusing Isi BBM? Membedah Gila-gilaan Jarak Tempuh Teknologi Mobil BYD DM
-
Nissan Tertarik Gelontorkan Mobil Murah tapi Bukan EV
-
Kecanggihan Baterai Blade BYD Dinilai Berpotensi Jadi Beban Biaya Perawatan Bagi Konsumen
-
Bukan Avanza atau Xpander, Low MPV Bekas Rp 100 Jutaan Ini Punya Bantingan Suspensi Khas Mobil Eropa
-
Strategi Toyota Perkuat Posisi di Pasar Otomotif dengan Suku Cadang Murah T-OPT