RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Sabtu, 17 Oktober 2020 | 21:15 WIB
Deretan pelumas dan radiator coolant. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Sepeda motor yang dibekali mesin berperforma tinggi biasanya juga memiliki kompresi tinggi. Sehingga di bagian radiator perlu diaplikasikan peranti pendingin.

Dan karena mesin berkompresi tinggi menghasilkan panas lebih tinggi pula, dibutuhkan pendingin tambahan selain bantuan alami dari udara. Tentu saja fungsinya untuk menjaga suhu mesin agar tetap ideal.

Mengutip dari laman Astra Honda Motor, berikut serba-serbi tentang cairan pendingin atau radiator coolant. Termasuk kapan mesti diganti.

Ilustrasi mesin motor [Suara.com/Cesar Uji Tawakal].

Berikut uraiannya:

1. Fungsi cairan pendingin

  • Secara garis besar, cairan pendingin mesin akan menyerap panas yang bersirkulasi lewat water jacket di silinder dan kepala silinder.
  • Cairan panas akan didorong menuju radiator. Di radiator, cairan akan tersebar ke pipa-pipa kecil di radiator agar suhunya turun. Cairan yang sudah didinginkan di radiator akan berputar kembali ke area mesin.

2. Warna cairan pendingin dan detektor kebocoran

  • Water coolant biasanya berwarna hijau atau merah terang. Warna ini bukan sebagai penentu atau pembanding kualitas. Namun untuk mempermudah pemilik kendaraan mengetahui adanya kebocoran.
  • Jika terjadi kebocoran pada mesin dan sistem pendinginan, warna ini bisa membantu pemilik motor sebagai indikator untuk membedakan apakah cairan itu termasuk oli, cairan pendingin atau hanya tumpahan air saja.

3. Pendingin membantu kondisi titik didih dan cegah karat

  • Water coolant memiliki kandungan kimia yang disesuaikan selaras fungsinya. Yaitu untuk menaikkan titik didih agar mesin tidak mudah panas dan mencegah karat.
  • Kandungan utama dari cairan pendingin, yakni air tanpa mineral, etilen glikol, dietilen glikol, sodium 2-ethyl hexanote, sodium neodecanote, serta rust inhibitor atau bahan anti karat.
  • Di antara zat yang terdapat dalam cairan pendingin ini, beberapa memiliki fungsi mencegah kondisi beku dan mempertahankan kondisi temperatur, sedangkan zat anti-karat mempertahankan tidak terjadinya endapan dengan potensi oksidasi sehingga timbul karat.
  • Dengan komposisi utama radiator coolant adalah air tanpa mineral, maka kebiasaan mengganti water coolant dengan air biasa tidak dibenarkan. Pasalnya air yang tidak didesain khusus mengandung mineral yang berpotensi menimbulkan proses kimia berupa pengkaratan.

4. Lakukan penggantian pada cairan pendingin

  • Gantilah cairan pendingin setiap jarak tempuh mencapai 36.000 km. Meski masa penggantian cukup lama, pemilik motor tetap harus mengecek dan mengisi kembali cairan pendingin setiap sudah melahap jarak 12.000 km.
  • Yang perlu diperhatikan saat akan memeriksa atau mengganti cairan adalah: lakukan pada saat mesin dalam kondisi dingin.
  • Perlu diperhatikan juga, gunakan cairan pendingin sesuai dengan rekomendasi pabrikan.