Otomotif / mobil
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Proses PPF atau membungkus body dengan kaca film agar selalu tampil mengilap [Dok V-Kool].

Suara.com - Memiliki mobil dengan kondisi body senantiasa kinclong adalah hal membanggakan. Bayangkan saja, kilap atau kilau tunggangan yang mulus bisa menjadi penunjuk betapa besar perhatian pemilik atas kendaraannya.

Untuk menampilkan kilau maksimal pada body mobil, ada beberapa cara bisa ditempuh. Antara lain adalah melakukan proses coating di body mobil, bisa pula menggunakan Paint Protection Film (PPF).

Menurut Lianto Winata, Chief Operating Officer PT V-KOOL Indo Lestari, selama ini masih banyak pemahaman keliru antara PPF dan coating.

"Banyak yang menggangap coating dan PPF adalah hal yang sama, padahal jelas berbeda. Coating itu menggunakan bahan kimia pada body, contoh seperti waxing atau nano ceramic. Sementara PPF adalah proses melapisi body dengan plastik yang tebal dan bening atau dikenal dengan istilah laminating," papar Lianto Winata, dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Jaga Agar Lapisan Cat Tak Terkikis, Ini Saat Ideal untuk Poles Mobil

Meneteskan nano protective coating atau wax untuk dioles ke body mobil saat pemolesan. Sebagai ilustrasi coating mobil [Envato Elements/romankosolapov].

Lianto Winata menambahkan, PPF telah menjadi trend baru yang digemari banyak kalangan di dunia otomotif. Kategorinya masuk kepada perlindungan pada cat mobil. Pasalnya, PPF lebih mampu melindungi mobil dari goresan benda tajam seperti kerikil dan benturan.

Selain itu, PPF juga bisa mempertahankan warna mobil tetap indah dan membuat mobil terlihat mengilap untuk waktu yang lama.

Lantas apa sesungguhnya yang membedakan coating dan PPF?

PPF berfungsi untuk melindungi cat dari kerusakan fisik dengan lapisan film yang tebal dan transparan. Fungsi lain adalah merawat warna mobil secara permanen. Sementara coating hanyalah untuk perawatan warna sementara.

Lianto Winata melanjutkan, lewat penggunaan zat kimia yang dioleskan ke body pada proses coating dan poles memungkinkan lapisan cat orisinal bisa terkikis, dan kemungkinan permukaan cat untuk baret dan rusak masih akan tetap terjadi. Pasalnya, coating yang sangat tipis dan dalam bentuk cairan tidak bisa melindungi kendaraan terhadap kerusakan fisik.

Baca Juga: Rajin Mencuci Pakai Sampo Sebabkan Cat Mobil Kusam, Benarkah?

Sedangkan untuk laminating PPF sendiri, sifatnya benar-benar membungkus seluruh bagian body mobil dengan lapisan film. Dengan demikian, proses PPF memiliki daya tahan yang lebih lama karena bentuk fisiknya berupa lapisan film tebal.

Pelapisan PPF ini tentu saja berbeda dengan waxing atau coating yang menggunakan bahan kimia sehingga mobil dalam jangka waktu tertentu wajib terus mendapat perawatan. Tujuannya mempertahankan tampilan kinclongnya.

"Lebih mudah diartikan, bahwa coating itu bukan paint protection tapi color protection, karena fungsinya menjaga warna mobil tetap cerah namun hanya sementara saja," imbuh Lianto Winata.

Sehingga saat tersengol benda atau ketika mencuci mobil tetap ada kemungkinan body mengalami baret, sedangkan laminating PPF ini karena dibungkus dengan film, maka body terlindungi dari baret halus dan warna mobil juga tetap cerah.

"Itu sebabnya, PPF itu fungsinyanya melindungi dan menjaga keorisinilan warna mobil," tutup Lianto Winata.

V-KOOL PPF dibuat dari bahan thermoplastic urethane (TPU) yang mampu melindungi cat kendaraan dari goresan benda tajam, baik tipis maupun dalam. Goresan kerikil, pemudaran warna oleh paparan sinar ultraviolet, jamur, hingga abrasi pun bisa diatasi.

Komentar