Suara.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi atau Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan penyekatan di Jalan Fatmawati dan Jalan Pangeran Antasari di Jakarra Selatan pada Sabtu (10/7/2021) pagi baru bersifat sosialisasi. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.
"Karena ini hari pertama, sifatnya masih sosialisasi dan tidak sampai selesai, hanya jam 06.00 sampai jam 08.00 WIB," paparnya di Jakarta.
Dirlantas Polda Metro Jaya ini melanjutkan keterangannya, bahwa pemberlakuan penyekatan dengan jadwal penuh atau full baru diterapkan mulai awal pekan lusa, Senin (12/7/2021). Untuk Minggu (11/7/2021) diberlakukan sama dengann saat sosialisasi hari ini.
"Nanti full pukul 06.00 - 10.00 WIB baru kami laksanakan pada hari Senin," jelas Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo.
Penyekatan ruas Jalan TB. Simatupang, Jalan Pangeran Antasari, serta Jalan Raya Cijantung adalah tiga titik pembatasan yang baru diberlakukan mulai Sabtu ini hingga 20 Juli.
Adapun tujuan penambahan titik penyekatan jalan itu untuk mempertegas bahwa Jakarta masih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.
Penyekatan jalan tadi diberlakukan bagi masyarakat yang bekerja di perusahaan dengan kategori di luar sektor esensial dan kritikal. Yang boleh melalui ruas jalan itu selama penyekatan berlangsung hanya tenaga medis, dokter, dan perawat.
"Kami buka hanya untuk tenaga kesehatan, dokter dan perawat," jelas Dirlantas Polda Metro Jaya di Singapore Interculture School Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (9/7/2021).
Adapun ruas yang mulai Senin lusa diberlakukan penutupannya adalah:
Baca Juga: Penyekatan Saat PPKM Darurat, Ridwan Kamil Tinjau Langsung ke Lokasi
Ruas Tol Fatmawati mulai dari traffic light Jalan TB. Simatupang menuju Jalan Fatmawati, Jalan Pangeran Antasari dari ruas tol maupun Jalan TB. Simatupang serta Jalan Raya Cijantung, Jakarta Timur.
Dengan penambahan ini, ruas jalan yang disekat oleh Ditlantas Polda Metro Jaya agar tidak bisa dilalui pekerja non esensial dan non kritikal selama PPKM Darurat kini berjumlah 75 titik.
Berita Terkait
-
Kecelakaan Maut Antasari: Ojol Tewas Ditabrak Hyundai Ioniq, Sopir Ngantuk Jadi Tersangka
-
Brak! Minibus Tabrak Enam Motor dan Tiang Lampu Merah hingga Roboh di Jalan Fatmawati Jaksel
-
Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Sedan BMW Maut Tabrak Pemotor hingga Tewas di Fatmawati Jaksel
-
Begini Kronologi Sedan BMW Maut Tabrak Pemotor hingga Tewas di Jalan Fatmawati Jaksel
-
Gunakan Rotator dan Terobos Jalur Busway di Ragunan, Polisi Cabut Pelat Nomor "RFY"
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
-
Mengenal Bahaya Kerak Karbon pada Motor, Jangan Sampai Tunggu Mesin Jebol
-
BYD Hentikan Produksi Sealion 7 untuk Pasar Domestik
-
Indonesia Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Ditengah Tantangan Standar Mesin Otomotif Nasional
-
Baskara Mahendra Bongkar Alasan Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Pilihan Skutik Stylish di Bali
-
Dihujat Karena Plagiat Porsche Taycan Paksa MG Hentikan Peluncuran MG 07
-
Pasar Mobil Listrik China Melemah di Tengah Ancaman Kebangkrutan Massal Produsen Lokal
-
Rahasia Menjaga Kebersihan Interior Mobil dengan Balutan Karpet Premium
-
Bahlil Wajibkan Bensin Campur Etanol, Tapi di India Justru Bikin Boros
-
Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat