Suara.com - Kepolisian Republik Kongo baru saja membongkar kasus narkoba "unik" yang memanfaatkan suku cadang mobil sebagai peranti pendukung.
Terjadi pada Agustus 2021, polisi setempat menciduk hampir 100 orang yang diduga pengedar dan pengguna narkoba "bom".
"Fenomena sosial ini menuntut tanggung jawab kolektif seluruh bangsa," jelas Felix Tshisekedi, Presiden Republik Demokratik Kongo, seperti dikutip dari New York Post.
Sebelumnya, sekelompok pemuda tertangkap di sebuah gubuk di pinggiran Kinshasa, sedang membuka sekantong bubuk cokelat. Mereka lalu mencampurnya dengan beberapa pil yang dihancurkan, kemudian dikonsumsi dengan cara dihirup.
Dalam beberapa menit, orang yang mengonsumsi akan memasuki fase gelisah dan berujung tak bergerak selama berjam-jam atau bahkan tidur selama berhari-hari.
"Kami biasa minum wiski dengan kadar alkohol tinggi. Kami gelisah dan ingin menyakiti orang," begitu pengakuan Cedrick, seorang pemimpin geng berusia 26 tahun.
Namun, efek beda akan didapat bila menggunakan "bom" yang mengandung bubuk cokelat tadi. Disebutkannya bahwa efek yang diperoleh adalah menenangkan, bisa tertidur, berdiri atau duduk dalam waktu sangat lama.
"Setelah fase ini selesai, kami bisa pulang tanpa mengganggu siapa pun, tanpa menyakiti orang lain," ungkap Cedrick.
Nah, apakah sejatinya bubuk cokelat yang digemari para pengguna narkoba itu?
Baca Juga: Bangkitkan Kembali Mobil Klasik, Lamborghini Habiskan Waktu 25.000 Jam
Bahan ini ternyata honeycomb keramik catalitic converter kendaraan. Fungsinya adalah penyaring gas beracun dalam pipa knalpot kendaraan.
Tresore Kadogo, mekanik yang berbasis di Kinshasa menyebutkan bahwa catalytic converter dilapisi bahan-bahan logam seperti platinum, paladium dan rhodium. Bagian itulah yang dicuri lantas diolah menjadi bubuk cokelat.
Gara-gara meningkatnya permintaan bubuk cokelat ini, banyak pencurian terjadi. Maling hanya mengambil bagian catalytic converter dan meninggalkan mobil begitu saja. Bahkan kadang tak perlu dipindahkan lokasinya.
Tresore Kadogo menyebutkan bahwa antara lima sampai 10 klien datang kepadanya setiap hari dengan masalah yang sama. Knalpot mesti diganti.
"Kami cek kolong mobil dan catalytic converternya sudah hilang, sudah dipotong," keluh Tresore Kadogo.
Berita Terkait
-
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tiga Polisi di Katingan
-
Bagaimana Cara Membedakan Onderdil Mitsubishi yang Asli dan Palsu?
-
Siasat Licik Pengedar Sabu di Bekasi: Sembunyikan Barang Haram dalam Bungkus Pakan Burung
-
Miris! Eks Kapolres Bima Kota Pakai Uang Sabu Rp434 Juta Buat Umrah Keluarga
-
Bukan Tenggelam! Bercak Darah Buktikan 3 Polisi Katingan Dihabisi Sebelum Dibuang ke Sungai
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam