Suara.com - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil menjadi sopir dadakan bagi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X) bersama istri yang berkunjung ke Kota Bandung, Selasa.
Ridwan Kamil bersama istrinya Atalia Praratya Kamil mengajak Sri Sultan dan Ratu Hemas bernostalgia di Kota Kembang Bandung.
Kedatangan Sri Sultan dan Ratu Hemas di Kota Bandung merupakan kunjungan balasan setelah Ridwan Kamil berkunjung ke Yogyakarta pekan lalu. Saat itu, Ridwan Kamil berjanji akan mengantarkan Sri Sultan dan Ratu Hemas menyusuri tempat favorit keduanya di Bandung.
Kang Emil menjemput Sri Sultan dan Ratu Hemas dengan mengendarai mobil listrik. Keduanya lalu berkeliling Kota Bandung dan singgah di Rumah Makan Ayam Panaitan untuk menyantap makan siang. Tempat makan yang sudah berdiri sejak tahun 1965 tersebut ternyata punya sejarah bagi Sultan dan Ratu Hemas.
"Karena istri saya dulu anak tentara, tugasnya kan di Bandung dan punya perumahan di daerah Cibeunying situ. Dan tadi lewat situ tapi sudah berubah semua, mungkin ya sudah 50 tahun atau yang lalu. Makanya sering ke sini dulu," kata Sri Sultan.
"Rasa ayamnya enggak beda, tapi rumahnya bangunannya kan berbeda. Ya berarti kan maju jualannya," kata Sri Sultan.
Ridwan Kamil mengaku terkesan atas kunjungan balasan dari Sultan HB X ke Kota Bandung dan selama dalam perjalanan dirinya memperoleh banyak kisah nostalgia baik dari Sri Sultan maupun Ratu Hemas saat menetap di Bandung.
"Ya pokoknya saya jadi sopir. Mudah-mudahan sesuai aplikasi," ujar Kang Emil.
Ridwan Kamil mengajak Sri Sultan dan Ratu Hemas berkeliling ke Taman Cibeunying, Taman Cihapit dan Gedung Merdeka.
Baca Juga: Deddy Corbuzier Hadiahi Mobil Listrik buat Anaknya, Azka: It's So Small
"Tadi keliling dulu beliau suka ke rumah Gusti Ratu dulu. Karena Ratu Hemas ini dulu orang tuanya dinas di Bandung sebelum menikah. Nah, Ngarso Dalem sering mengapeli, jadi tadi kita lewat ke Taman Cibeunying, terus kita ke Taman Cihapit ternyata Ratu Hemas dulu sering belanja jalan kaki ke Cihapit," kata Kang Emil. [Antara]
Berita Terkait
-
GAC Beri Harga Spesial AION UT hingga HYPTEC HT di GIIAS 2026
-
Changan Nevo Q05 Meluncur di GIIAS 2026 Harga Mulai Rp 300 Jutaan
-
Mazda Luncurkan Mobil Listrik dan Dua Model Baru di GIIAS 2026
-
5 Mobil Listrik Harga Termurah di Indonesia 2026, Mulai Rp156 Jutaan
-
Daftar Harga Mobil Listrik BYD 2026: Cek Budget Kamu Mulai Rp199 Juta Sampai Rp750 Juta
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Timnas Indonesia vs Timor Leste, John Herdman: Bukan Hanya Cetak Banyak Gol tapi...
-
Timnas Indonesia vs Timor Leste Sore Ini: Tim Garuda Diterpa Kabar Buruk
-
Soft Life Makin Populer: Saat Gen Z Lebih Pilih Hidup Tenang dan Seimbang
-
Bedak Shade Light Beige Cocok untuk Warna Kulit Apa? Ini 5 Rekomendasinya dari Produk Lokal
-
6 Daftar Mobil Listrik yang Dapat Subsidi Pemerintah, Terbaik untuk Libas Jalanan Kota
-
Profil Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa yang Diperiksa Polisi Terkait Korupsi Seragam Sekolah
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman