Dan solusi yang dirasakan lebih logis adalah berjalan kaki, seperti dilakukan tim jurnalis Suzuki.
Ruas sengaja dipilih paling kanan di mana kendaraan melaju berlawanan arah sehingga lebih aman. Jalan kaki yang bisa diistilahkan long march ini diisi kegiatan menyanyikan salah satu Nasional "Maju Tak Gentar". Bukan kebetulan, sebelum balapan berlangsung inilah lagu yang dinyanyikan penonton bersama-sama, dilanjutkan lagu kebangsaan "Indonesia Raya".
Setelah 5 km terlampaui, bundaran "Welcome to Mandalika" bisa disimak jelas, juga patung garuda serta pembalap di bukit tak jauh dari lokasi.
Suasana tak ubahnya mirip pasar malam, dengan posko Polisi sebagai sentralnya. Gerimis mulai hadir kembali, dan begitu banyak penonton mengalami nasib serupa.
Muhammad Zuhri, lelaki asal Cakranegara yang memutuskan menunggu bus arah Mataram dari bundaran menyebutkan telah menunggu lebih dari satu jam untuk mendapatkan kendaraan ke lokasi tempat tinggalnya.
"Akan tetapi yang ditawarkan Polantas kebetulan selalu arah ke Pelabuhan Lembar," tukasnya sembari menyebutkan ia menonton bersama dua putranya yang tengah mengantre membeli minuman di mini market satu-satunya di seberang, yang ramai diserbu pengunjung.
Sementara Misnan, lelaki asal Kebon Roek menyebutkan bahwa selama perjalanan jalan kaki, ia sempat menyaksikan ada "pembajakan" bus.
"Tadi ada tamu luar pulau begitu, mereka sudah check-out dari penginapan dan rencana selesai nonton langsung menuju bandara naik last flight. Ada kira-kira 12 orang, entah satu keluarga atau bukan, yang pasti mereka menyetop bus kosong dan memaksa agar diantar ke bandara, dengan sejumlah uang jasa," kisahnya.
"Namun entah berhasil atau tidak keluar dari sini, mengingat kendaraan diam tak bergerak, malah rasanya lebih cepat kita yang jalan kaki ke mari, menuju bundaran Mandalika," tutur Misnan.
Baca Juga: Ngobrol Bersama Juara MotoGP 2020, Begini Canda Joan Mir Soal Topi
Sebagai catatan, statistik menunjukkan bahwa tribun penonton di hari itu menampung 60.000 orang. Siapa saja yang hadir di lokasi tanpa pengawalan istimewa voorijder sehingga bisa parkir kendaraan di venue, pasti mengandalkan shuttle bus sebagai sarana pengangkutan dari parkir kendaraan.
Baru sekitar pukul 21.00 WITA bus penjemput kami berhasil tiba ke lokasi, atau sekitar tiga jam selesai MotoGP Mandalika 2022 dipentaskan. Perjalanan kami kembali ke penginapan baru saja dimulai, menuju kawasan Pantai Senggigi, sekitar 75 km dari Kuta, Mandalika.
Pengemudi dan rekan yang berhasil mencapai tempat parkir bus terlebih dahulu juga menuturkan pengalaman serupa. Yaitu harus berjalan kaki, dan saat bus melaju, di jalan berkali-kali ditanyai Polantas soal tujuan dan diminta mengisi bus dengan penumpang.
Beautiful chaos atau total disaster bisa disematkan untuk kejadian ini. Akan tetapi, menarik pelajaran agar di kemudian hari situasi serupa tidak terjadi lagi, tampaknya menjadi pilihan yang lebih bijaksana.
Berita Terkait
-
Benarkah Naik Transportasi Umum Bisa Efektif Kurangi Emisi?
-
Hindari Macet, Kapan Waktu Terbaik Berangkat Arus Balik agar Sampai di Jakarta Pagi Hari?
-
6 Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan di Dalam Mobil saat Terjebak Macet Arus Mudik
-
Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk Bali, Antrean Kendaraan 30 KM
-
5 Link CCTV Jogja untuk Pantau Kemacetan dan Lalu Lintas Libur Lebaran 2026
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Anomali Shell di Kala Harga BBM Pertamina Tetap, Nilainya Jadi Nol
-
4 Rekomendasi Motor Listrik Roda 3, Cocok untuk Mobilitas Harian Jarak Dekat
-
Pengalaman Jadi Sopir Angkot, Bahlil Sebut Batas BBM 50 Liter Per Hari Sudah Wajar
-
Penjualan Mobil Tembus 81.159 Unit, Mendag Sebut Daya Beli Masyarakat Terjaga
-
Isuzu Siapkan Kejutan Varian Baru di Pameran Kendaraan Niaga GIICOMVEC 2026
-
Berapa Harga Pertalite Jika Tidak Disubsidi? Ini Sejarah Kenaikan BBM
-
Bukan Empty, Ini Arti Huruf E di Indikator Bensin Motor
-
5 Motor yang Cocok Pakai Pertamax, Performa Lebih Optimal dan Mesin Awet
-
BYD Atto 1 Mengaspal, Harga Rp200 Jutaan Jarak Tempuh Tembus 380 Km Hadir Varian Premium
-
Rekam Jejak Kebakaran Mobil Chery Kembali Menghantui Konsumen