Suara.com - Ketika digunakan, motor memerlukan perawatan yang rutin. Hal ini agar menjaga performa mesin motor, serta menjaga keselamatan berkendara pengendaranya. Tak jarang pula motor harus turun mesin. Biaya turun mesin motor yang tidak sedikit ini wajib dipahami, agar ada persiapan yang dilakukan dan tidak kaget.
Biaya turun mesin ini biasanya akan bergantung pada kapasitas mesin motor yang Anda gunakan. Misalnya saja, motor dengan kapasitas mesin 125 cc akan memiliki harga yang berbeda dengan motor dengan kapasitas mesin 250 cc. Hal ini wajar, dan berlaku hampir di semua daerah.
Turun Mesin karena Kerusakan Serius
Motor hanya akan mengalami turun mesin ketika ada kerusakan yang cukup serius. Ini mengapa biaya turun mesin motor terbilang cukup tinggi.
Pada kondisi normal dan berupa servis rutin saja, diperkirakan biaya servis akan memakan sekitar Rp150.000. Dengan catatan tidak ada komponen mesin yang rusak dan servis hanya dilakukan sebatas pembersihan bagian dalam dan mengontrol semua komponennya.
Lain halnya saat motor mengalami kerusakan, maka biaya turun mesin juga akan termasuk biaya penggantian komponen atau servis komponen yang rusak. Harganya bisa sangat beragam tergantung kerusakan dan kapasitas mesin motor.
Perkiraannya adalah Sebagai Berikut
Untuk motor dengan kapasitas mesin di bawah 150 cc, biaya yang akan dikenakan adalah sekitar Rp750.000 hingga Rp1.000.000, tergantung dengan kerusakan yang terjadi atau tindakan yang harus dilakukan. Biaya ini, akan mencakup penggantian set piston, bubut, korter, dan jasa turun mesin.
Untuk motor dengan kapasitas mesin lebih dari 250 cc, maka biayanya akan sedikit berbeda. Diperkirakan, biaya yang akan dikenakan adalah Rp1.000.000 hingga Rp1.500.000, tergantung dengan kerusakan dan tindakan yang dilakukan pada motor Anda.
Baca Juga: Bocor Penampakan Harley-Davidson Entry Level, Pakai Mesin 500 cc Nih
Biaya ini merupakan biaya standar, ketika dilakukan penggantian komponen standar. Namun jika terdapat permintaan penggunaan komponen khusus, maka biayanya bisa lebih besar dari pada ini.
Perkiraan biaya turun mesin motor di atas tentu hanya sebatas informasi umum saja. Anda bisa memastikannya dengan menghubungi bengkel kepercayaan Anda, dan berkonsultasi terkait biaya dan bagian yang harus diganti agar motor kembali dalam kondisi prima.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Jelang Penutupan, IIMS 2026 Makin Ramai Pengunjung dan Bertabur Promo
-
Kapan Harus Ganti Ban Motor? Ini 5 Rekomendasi Ban Anti Licin di Jalan
-
Apakah Beli Mobil Bekas Harus Balik Nama? Cek 5 Rekomendasi MPV di Bawah Rp70 Juta
-
IIMS 2026 Buktikan Keberhasilan Transformasi Pameran Otomotif Berbasis Kolaborasi Industri
-
Tak Sebatas Sektor Otomotif, IIMS 2026 Gerakkan Pariwisata Indonesia dan Ekonomi Kreatif
-
9 Cara Menghilangkan Bekas Stiker di Motor yang Membandel
-
5 Rekomendasi Oli Mesin Vespa 2 Tak, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
Beli Motor Bekas Tarikan Leasing Apakah Aman? Pertimbangkan Hal Berikut
-
Tetap Berjaya Meski Sudah Ada Penerusnya, Mazda 2 Berapa cc?
-
Terpopuler: Pajak Kendaraan Jateng Meroket tapi Jogja Tetap, NMax Kini Lebih Murah dari Beat