Suara.com - Chief Executive Officer Renault, Luca de Meo memperingatkan agar industri otomotif tidak terburu-buru untuk beralih ke kendaraan listrik. Menurutnya transisi menuju kendaraan listrik yang terlalu cepat dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.
Luca de Meo menyampaikan peringatan itu saat berbicara di Future of the Car Summit The Financial Times di London, Inggris pekan ini. Peringatan itu sendiri merupakan tanggapan atas rencana Uni Eropa melarang penjualan mobil berbahan bakar minya mulai 2035.
“Hal pertama yang ingin saya katakan adalah bahwa Renault jelas sangat berkomitmen pada EV. Kami termasuk yang pertama memulai. Kami yakin bahwa kendaraan listrik dan mungkin hidrogen adalah solusi tepat," kata dia seperti dilansir dari Autocar.
Meski demikian, lanjut dia, jika melihat data akan tampak bahwa penjualan mobil berbahan bakar minyak, termasuk hibrida, belum mencapai puncaknya. Ada tiga tantangan menurut De Luca yang menyebabkan hal itu, yakni dari sisi masyarakat, finansial dan ekologi.
Perspektif pertama dari sisi masyarakat yang melihat meski mobil listrik cocok untuk sebagian besar aktivitas harian, tetapi belum bisa menjadi solusi untuk perjalanan jauh. Karenanya masih banyak orang enggan hijrah ke mobil listrik.
Kedua soal finansial. Ia menilai harga mobil listrik masih terlalu mahal dan belum akan bisa menyamai kendaraan konvensional dalam waktu dekat, mengingat sedang terjadinya krisis bahan baku kendaraan.
Ketiga adalah soal ekologi, khususnya soal emisi yang dihasilkan mobil listrik dalam satu siklus penuh.
"Jawaban untuk ini belum jelas. Tetapi ada beberapa bahan bakar alternatif atau mobil hibrida bisa lebih ramah lingkungan ketimbang mobil listrik jika dinilai dari sisi ini," terang dia.
Selain itu De Meo juga mewanti-wanti bahwa larangan mobil berbahan bakar minyak justru bisa menghambat investasi serta pengembangan teknologi mesin konvensional dan bahan bakar yang lebih efisien serta ramah lingkungan.
Baca Juga: Toyota Luncurkan Mobil Listrik Pertamanya, Hanya Bisa Disewa
Berita Terkait
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Mobil Listrik dengan Suspensi Paling Empuk, Ada BYD hingga Wuling
-
Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Massiv Thunder EV Resmi Meluncur untuk Pengguna BEV Indonesia
-
Barat Lagi-Lagi Tuding Mobil Listrik China Jadi Alat Mata-Mata
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif