Suara.com - Seorang warganet pemilik akun Twitter @timasgetir curhat di media sosial terkait dengan kelakuan sopir taksi di Bandara Soekarto-Hatta. Kisah ini pun langsung viral di media sosial.
Curhatan berawal ketika pria bernama Aldi hendak mengejar waktu karena ingin berpindah terminal pada Minggu (3/7/2022). Ia kemudian memesan taksi di area bandara untuk mengejar ketertinggalan waktunya.
"Niat hati karena udah telat kereta bandara, mau nguber yang jam 16:19, makanya langsung naik taksi. Dari terminal 3 ke terminal 2, baru naik langsung dikomplen ah buang-buang waktu saya pak jadinya kalo cuma ke terminal sebelah.” tulis Aldi di Twitternya.
Aldi pun kemudian memberikan arahan agar sang sopir untuk menggunakan aplikasi Waze agar tepat waktu sampai tujuan. Namun ia kemudian curiga melihat tarif argo yang cukup membengkak, yakni Rp 80 ribuan.
"Kaget liat argo udah Rp 80 ribu lebih, padahal sebelum ketemu jalan buntu masih Rp 20 ribuan. Akhirnya saya teriak buat ikutin waze, baru dia mau ikut, tapi sudah terlanjur kesal karena argo udah mau Rp 100 ribu.”tulis Aldi.
Curhat ini pun kemudian ditanggapi pihak perusahaan taksi dengan membalas di kolom komentar.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami , kejadian ini dalam proses penanganan oleh kami agar tidak terulang kembali kedepannya,karna kami selalu mengutamakan pelayanan yang terbaik untuk para pelanggan. Terima kasih informasinya," balasan dari akun perusahaan taksi tersebut.
Curhat ini pun mengundang reaksi dari warganet di kolom komentar.
"Niat si biru itu kalo dapat pelanggan emang bawa mobilnya dilama-lamain biar argo jalan terus. Tolong tuh @Blu***p pengemudi pengemudi yg begitu ditindak tegas aja, biar ga semaunya," tulis @kue***.
Baca Juga: 8 Hal Yang Harus Dipersiapkan Ketika Ingin Ke Luar Negeri
"Pernah juga ngalamin yang sama jadi naik bareng temen terus dia turun duluan. Abis itu bilang ke bapaknya "pak lewat sini aja" Eh dia ngeyel lewat jalan yang jauh. Padahal ya waktu itu jam 7 pagi dimana sudah capek abis lembur mau pulang cepet buat tidur bentar. Malah jd sejam pulang," timpal @pan***.
"Gua naik si biru itu dari terminal 3 ke terminal 2 gegara bis shuttle penuh+nolak alasan bakal lama.
Naek depan gate 3 pakai bantuan security karena ya sopir taksi gak boleh narik tanpa ijin mereka, lupa argo berapa tapi pak driver sopan+agak ngebut bantuin gua yg udh telat dan akhirny gagl trbang sih," celetuk @dik***.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
Terkini
-
Motor Adventure Bekas Suzuki V-Strom 250 vs Kawasaki Versys 250, Mending Mana?
-
Gadai BPKB Mobil di SEVA Jadi Alternatif Pembiayaan, Ini Syarat dan Prosesnya
-
5 Mobil Sedan Suzuki Paling Irit BBM dan Nyaman Buat Harian
-
7 Rekomendasi Mobil Matic Kecil dengan Suspensi Paling Empuk
-
Yamaha Kenalkan Motor Listrik Baru! Harga Mirip Aerox, Sekali Cas Bisa Tempuh Jogja-Semarang
-
GAC Indonesia Siapkan Tiga Mobil Baru Termasuk MPV Hybrid 7 Penumpang di IIMS 2026
-
5 Mobil Listrik dengan Suspensi Paling Empuk, Ada BYD hingga Wuling
-
Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Massiv Thunder EV Resmi Meluncur untuk Pengguna BEV Indonesia
-
5 Mobil Matic Bekas Mesin Bertenaga dan Kabin Lega untuk Taksi Online
-
5 Rekomendasi Mobil Pick Up Bekas untuk Angkut Barang, Kokoh dan Bandel