Suara.com - Curhat sender dimana dirinya memiliki tetangga yang tak tahu diri. Curhat ini diabadikan dalam sebuah unggahan akun Twitter @SeputarTetangga.
Sender tersebut menceritakan bagaimana dirinya bisa bertemu dengan tetangga yang tak tahu diri.
Awalnya, ia tinggal di sebuah cluster yang besar dimana cukup tenang. Penjual keliling tak diizinkan masuk ke cluster tersebut untuk menjaga ketenangan para pemilik rumah.
Namun tiba saatnya dimana ia kedatangan tetangga baru yang tak tahu diri. Tetangga tersebut selalu melanggar aturan yang ada di cluster, salah satunya renovasi rumah setiap hari tanpa mengenal libur.
Padahal aturan dari cluster tersebut, pemilik rumah tidak diizinkan untuk renovasi pada weekend. Tetapi tetangga tersebut justru menggunakan hari Sabtu dan Minggu untuk renovasi.
Ia sudah melaporkan ke security cluster, tetapi ternyata tidak ditindak secara tegas.
Tetangga tersebut kembali membuat masalah yakni dengan seputaran parkir mobil. Tetangga tersebut memiliki 3 mobil namun tak pernah parkir di garasi.
Pernah satu kasus dimana salah satu mobilnya terparkir di belakang mobil sender. Mobil sender parkir di carpot, sedangkan mobil tetangganya tersebut parkir di pinggir jalan depan carpot rumah sender. Padahal jarak rumahnya dan tetangganya tersebut berseberangan dan dipisahkan dengan taman.
Masalah baru lagi menimpa sender. Ia memang kerap sekali WFH pada pukul 9.30 WIB. Saat bekerja, ia diganggu oleh tetangga tersebut dengan melakukan karaoke di rumahnya saat jam kerja sender.
Baca Juga: Ancam Polisikan Tukang Parkir, Baim Wong Banjir Hujatan: Astagfirullah!
Sender pun kemudian melaporkan ke pihak RT dan security cluster dengan alasan karena banyaknya bayi dan WFH.
Terakhir, pada malam hari tepatnya pada jam 21.00, tetangganya tersebut menerima tamu. Sang tamu pun diajak untuk karaoke di rumahnya.
Hal ini membuat sender semakin geram. Di akhir curhatannya tersebut, ia menuliskan kalimat yang benar-benar sudah hilang kesabarannya.
"Ini bener-bener gue laporin ke developer ga sih? Tapi asli se-blok gue itu tipenya ga suka cari ribut sama orang, tapi ini tetangga Dajjal banget," pungkasnya.
Curhat ini pun direspons warganet dengan mengomentari postingan.
"Bener kalo cluster renov ga seenaknya, karena di cluster gue itu kalo renov rumahnya di pasang stiker kuning tanda lagi renov dan ada masa berlakunya, kalo karaoke dan sampe ganggu ya kumpulin aja warga yg terganggu complain bareng kan ada rekaman," tulis @Sav***.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Servis Mobil Pakai Oli TOP 1 Kini Bisa Dapat Poin GarudaMiles Gratis
-
Cek Harga BYD Atto 1 Bekas Mei 2026: Beli Sekarang Auto Cuan
-
Pajak Nol Persen dan Bebas Ganjil Genal Pemilik Mobil Listrik di Jakarta Berlanjut
-
Harga BBM Diesel Mencekik, Toyota Siapkan Senjata Rahasia untuk Fortuner?
-
Berapa Lama Cas Motor Listrik dari 0 Sampai 100 Persen? Ini Estimasinya
-
Jangan Keliru, Denda Tak Punya SIM dan Lupa Membawa Ternyata Beda
-
Pertamina Patra Niaga Apresiasi Pengungkapan Penyelewengan BBM Bersubsidi
-
Lawan Berat NMAX Tiba: Skutik Murah Ini Punya Ground Clearance Anti Nyangkut Pas Libas Jalan Rusak
-
Bukan LCGC, Hatchback Jepang Irit Ini Cuma 60 Jutaan Tapi Kabinnya Ekstra Lega
-
Solusi Pasutri Muda! 6 Mobil Bekas Irit yang Lincah di Gang Sempit dan Ramah Kantong