Suara.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) memperkirakan jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) yang dibukukan agen pemegang merek (APM) selama pameran otomotif Gaikindo International Indonesia Auto Show (GIIAS) 2022 meningkat dibanding penyelenggaraan tahun lalu.
"(SPK) belum keluar semuanya, tetapi secara sekilas saya lihat kelihatannya akan jauh lebih baik dari sebelumnya," ujar Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi di acara penutupan GIIAS 2022 di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (20/8/2022) malam.
Nangoi mengatakan berdasarkan informasi yang dia terima, sejumlah agen pemegang merek (APM) berhasil mengumpulkan SPK dengan jumlah tinggi.
Namun untuk saat ini, Nangoi mengaku belum bisa mengungkapkan jumlah pasti total keseluruhan pemesanan kendaraan selama GIIAS 2022.
"Saya rasa SPK-nya akan lebih tinggi karena saya coba melihat beberapa merek pengumpulannya tinggi sekali. Jadi mudah-mudahan membaik," kata dia.
Dikutip dari laman situs web Gaikindo, pada penyelenggaraan GIIAS 2021, tiga teratas APM yang membukukan SPK tertinggi ditempati Toyota 4.502 unit, Mitsubishi 2.623 unit, dan Honda 1.511 unit.
Dalam kesempatan itu, Nangoi turut menyinggung tentang antusiasme pengunjung GIIAS terhadap kendaraan listrik. Dia mengatakan ratusan pengunjung memadati area test drive kendaraan listrik yang tersedia di area indoor.
Hal ini dinilainya sebagai respon positif masyarakat terhadap perkembangan kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air.
"Anda bisa melihat bahwa animo masyarakat yang mencoba mencoba test drive tinggi sekali per harinya, dan kita lihat juga yang namanya mobil-mobil listrik terjual cukup banyak walaupun masih inden. Jadi animonya sudah cukup tinggi," ucap Nangoi. [Antara]
Berita Terkait
-
Penjualan Kendaraan Niaga Naik di Februari, Kadin: Geliat Ramadan dan Berkah Proyek Pemerintah
-
GAIKINDO Pastikan Industri Otomotif Lokal Sanggup Penuhi Seluruh Kebutuhan Mobil Pick Up Nasional
-
Alasan Agrinas Pilih Impor 105 Ribu Pick Up India Ketimbang Produk Lokal
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
Terkini
-
Ini Rest Area di Jalur Trans Jawa yang Memiliki SPKLU Mobil Listrik Tercepat
-
Berapa Estimasi Saldo E-Toll untuk Perjalanan Jakarta ke Malang?
-
Terpopuler: 5 Mobil Bekas Irit Bensin dan Pajak Murah, Pembatasan Truk saat Lebaran 2026
-
Cara Aman Touring Jarak Jauh Saat Libur Lebaran Ala Yamaha Riding Academy
-
Bahaya Abaikan Kondisi Ban Saat Mudik Lebaran Bridgestone Siapkan Layanan Cek Gratis
-
Apakah Bisa Titip Motor di Polsek Saat Mudik Lebaran? Simak Syarat dan Lokasinya
-
Panduan Merawat Mobil Hybrid Toyota Agar Aki Tidak Tekor Saat Ditinggal Mudik Lebaran
-
Tips Sederhana Rawat Mobil Mazda Sebelum Lakukan Perjalanan Mudik Lebaran 2026
-
Ini Perbedaan Tipe EV Charger, Sesuaikan dengan Kapasitas Baterai Kendaraan Anda!
-
Strategi Daihatsu Atasi Kredit Mobil Ditolak Perusahaan Pembiayaan