Isuzu Traga, salah satu produk kebanggaan Isuzu yang telah merambah sektor ekspor [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].
Suara.com - Sejumlah tips mengemudikan kendaraan niaga atau commercial vehicle seperti Isuzu Traga dibagikan PT Isuzu Astra Motor Indonesia.
Dikutip dari kantor berita Antara, dengan cara mengemudikan eco driving maka situasi irit bahan bakar akan tercapai. Yaitu mulai menjaga kecepatan hingga memaksimalkan gigi tinggi.
"Banyak hal yang menunjang eco driving, salah satunya adalah gaya berkendara pengemudi," jelas Thomas Wijanarka, Technical Training Team PT Isuzu Astra Motor Indonesia di Bekasi, Jawa Barat.
Berikut adalah tips mengemudikan kendaraan niaga hemat konsumsi bahan bakar:
- Tips pertama adalah menjaga kecepatan. Dalam kinerja mesin kendaraan Isuzu, kecepatan 80 km per jam adalah kecepatan yang ideal, utamanya di jalan tol yang memungkinkan kecepatan itu.
- Jika dikomparasikan, kecepatan 80 km per jam setara 6,7 km per liter, sedangkan 90 km per jam setara 6,1 km per liter, dan 100 km per jam setara 5,4 km per liter.
- Tips kedua adalah menjaga rpm atau putaran mesin. Menginjak pedal gas setengah cenderung bisa lebih menghemat solar dibanding menginjak pedal gas hingga penuh.
- Menjaga putaran mesin pada rpm 1.800 hingga 2.400 akan membuat kendaraan lebih hemat BBM. Sedangkan berkendara pada rpm 3.000 ke atas cenderung akan membuat konsumsi bahan bakar solar menjadi lebih boros.
- Memaksimalkan transmisi pada gigi tinggi (4, 5, atau 6) juga dapat membuat kendaraan lebih hemat BBM dibandingkan pada gigi rendah (3 ke bawah). Sebab, dengan rpm yang sama, laju mobil menjadi lebih jauh.
- Menurut catatan Isuzu, cenderung memanfaatkan gigi 6 bisa meraih konsumsi BBM 10,6 km per liter, sementara kecenderungan di gigi 4 mendapatkan 6,7 km per liter.
- Tips ketiga adalah menjaga menjaga kecepatan konstan juga mampu membuat BBM menjadi irit.
- Tips keempat Selanjutnya adalah penggunaan engine brake atau pengereman mesin yang efektif.
- Menurut catatan Isuzu, melakukan pengereman secara tiba-tiba bisa membuang 24,1 cc solar, sedangkan perlambatan dengan pengereman mesin dalam jarak 300 m menuju titik henti hanya menghabiskan 0,8 cc solar.
- Tips kelima adalah menghindari idling stop atau kondisi mesin menyala tetapi kendaraan tidak bergerak. Kondisi ini membuat bahan bakar terbuang percuma. Jika dilakukan terus-menerus, akan berpengaruh pada total efisiensi bahan bakar.
Komentar
Berita Terkait
-
Mitsubishi Fuso Kenalkan Skema Sewa eCanter untuk Dukung Logistik Ramah Lingkungan
-
Hino Perkuat Investasi dan Siap Jadikan Indonesia Basis Ekspor Kendaraan Niaga Global
-
Dominasi Mobil Murah dan Kendaraan Niaga Jadi Bukti Masyarakat Masih Cari Kendaraan Fungsional
-
Isuzu Kantongi Pesanan 354 unit Kendaraan Niaga Selama GIICOMVEC 2026
-
Percepat Elektrifikasi Otomotif Nasional, Prabowo Diapresiasi Pekerja Pabrik
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?
-
Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?
-
Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026
-
Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang
-
CNG Tak Cuma Bermanfaat di Dapur: Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia di Industri Otomotif
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
-
Bukan Lexi dan FreeGo, Ini Senjata Rahasia Yamaha dengan Performa Ampuh untuk Sikat Vario 125
-
Ekspor Timur Tengah Terdampak, Toyota Bikin 3 Pabrik di India