Suara.com - Isuzu harus melakukan penarikan kembali atau recall Isuzu D-Max untuk pasar Australia karena masalah selang bahan bakar yang berpotensi membuat mobil terbakar.
Berdasarkan laporan Departemen Transportasi Australia, terdapat sebanyak 8.039 unit kendaraan terdampak yang diproduksi antara 2021 dan 2023.
Dalam hal ini semua varian D-Max yang diproduksi untuk Australia antara 2021 dan 2023 terkena dampaknya. Sedangkan sepanjang tahun lalu, Isuzu D-Max telah terjual sebanyak 24.336 unit di Australia.
Adapun nomor identifikasi kendaraan terdampak adalah MPATFS40JPG005458 dan MPATFS40JNT003915.
Melansir Autoevolution, Jumat (1/12/2023), Isuzu menginformasikan kepada pihak berwenang tentang selang bahan bakar yang dapat bergesekan dengan braket level oli mesin.
Selang bahan bakar yang rusak dapat membocorkan solar ke sesuatu yang panas di ruang mesin, yang mengakibatkan kebakaran di bagian bawah mesin.
Pemilik disarankan untuk menghubungi departemen hubungan pelanggan Isuzu Ute Australia Pty Ltd untuk informasi lebih lanjut.
Namun yang lebih penting, pemilik harus menghubungi dealer terdekat untuk menjadwalkan janji untuk melakukan penggantian selang bahan bakar dan klip penahannya tanpa dikenakan biaya kepada pemilik Isuzu D-Max.
Isuzu D-Max
Baca Juga: Menperin Klarifikasi Soal Relokasi Pabrik Isuzu ke Indonesia
Isuzu D-Max terbaru sebenarnya baru meluncur di Thailand belum lama ini. Model terbaru dibekali fitur yang lebih canggih dengan traksi kontrol yang diperluas untuk membantu keperluan medan off road.
Terbaru, Isuzu D-Max punya "Rough Terrain Mode", fitur ini bisa membantu kontrol rem dan mesin yang disesuaikan dengan medan jalan.
Perlengkapan keselamatan telah ditingkatkan berkat adanya Advance Driving Assistance System (ADAS) baru dengan fungsi pemanas untuk cuaca dingin.
Untuk tenaga, Isuzu D-Max hadir dengan dua pilihan mesin, yakni mesin 1.9 liter yang bisa menghasilkan tenaga 148 hp (110 kW / 150 PS) dan torsi 350 Nm.
Selain itu, ada juga pilihan Isuzu D-Max 3,0 liter yang lebih bertenaga menghasilkan tenaga 187 hp (140 kW / 190 PS) dan 450 Nm.
Berita Terkait
-
Honda HR-V Kena Recall Karena Masalah Sabuk Pengaman
-
Hyundai dan Kia Recall 6,4 Juta Unit Kendaraan yang Berpotensi Timbulkan Kebakaran
-
Lagi-lagi Recall, Kini Giliran 176 Ribu Unit Honda Civic Alami Masalah
-
Isuzu Ungkap Teknologi Truk Masa Depan yang Potensial Dibawa ke Indonesia
-
Isuzu Hadirkan Berbagai Model Kendaraan Konsep Ramah Lingkungan di Japan Mobility Show 2023
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif