Suara.com - Bagi para pencinta otomotif Tanah Air, utamanya yang gemar mengotak-atik tunggangan standar menjadi lebih seru, nama per Eibach sudah tidak asing lagi. Produk asal Jerman ini termasuk salah satu nama kondang di pentas produk aftermarket. Sejak dahulu, para pengguna mobil termasuk para modifikator menjadikan produk ini sebagai pengganti suspensi standar.
Dikutip dari kantor berita Antara, Benjamin Keogh, CEO Asia Pacific Eibach Group mengungkapkan bahwa untuk menyesuaikan kebutuhan pasar di berbagai negara, Eibach mengandalkan kerja sama yang dibangun dengan rekanan mereka di berbagai negara.
Ia menyatakan bahwa Eibach memiliki lebih dari 700 karyawan di seluruh dunia dengan omzet mencapai 120 juta euro pada 2022. Eibach saat ini memiliki kerja sama dengan berbagai rekanan di 80 negara di dunia, termasuk Indonesia dan Tiongkok.
Pabrik Eibach di Tiongkok menopang pengiriman berbagai produk suku cadang mobil ke Indonesia sehingga produk ini merasa cukup dekat dengan pasar terdekat dari kawasan di mana pabrik berada, khususnya di Asia.
"Seperti bila ada permintaan spesial atau ada kebutuhan tertentu yang muncul, kami bisa lebih cepat untuk menanggapinya. Sebagai contoh, misalnya (permintaan) suspensi untuk Fortuner atau Pajero, kami akan melakukan proses riset dan pengembangan. Termasuk proses prototipe, kami bisa jauh lebih cepat daripada kompetitor kami," tandas Benjamin Keogh.
Sementara itu, Wilfried Eibach, Chairman of Eibach Group menekankan bahwa seluruh produk mereka yang dibuat di tiga pabrik di tiga negara berbeda memiliki kualitas yang sama.
"Untuk semua pabrik yang kami miliki, baik yang berada di Jerman, Amerika Serikat, dan China, mesin-mesin yang kami pakai dan bahan mentah yang dipakai adalah setara, sama semuanya jadi tidak ada kualitas yang lebih rendah," tukasnya.
"Contoh, untuk mobil yang ada di Indonesia dan di Jerman tidak ada, kami lakukan pengembangan dan riset sehingga hasilnya bisa memenuhi standar, demikian pula menjalin kerja sama dengan para rekanan kami di berbagai negara. Ini yang dinamakan proses research and development, sehingga bisa memenuhi kebutuhan di negara yang menginginkan produk " jelas Benjamin Keogh.
Ia menambahkan, selain mengedepankan kerja sama dengan rekanan agar menyediakan produk yang sesuai dengan mobil di Indonesia, Eibach, pemasok suku cadang mobil, juga secara aktif memperbarui data terkait ketersediaan produk di distributor.
Sementara itu, dari sisi distributor Eibach di Indonesia, Yudhi Budhitresno, Direktur Utama Mega Arvia mengungkapkan bahwa produk suspensi Eibach paling laku untuk mobil-mobil yang diproduksi di Indonesia.
Mega Arvia adalah rekan bisnis Eibach Group di Indonesia, dan menjalankan distribusi atau penjualan spareparts Eibach di Indonesia, mulai suspensi dan berbagai produk aftermarket untuk kebutuhan stabilitas mobil.
"Eibach masuk di Indonesia dengan berbagai produk aftermarket yang memberikan handling lebih baik sehingga dengan adanya tol sekarang yang kilometernya sudah sangat tinggi di Indonesia, pengguna mobil bisa menikmati kalau jalan di tol 80 km per jam kemudian pindah jalur, mengerem, dan berbagai aktivitas di jalan raya," papar Yudhi Budhitresno.
"Untuk Eibach di Indonesia paling laku pasti kaitannya dengan mobil-mobil yang diproduksi di Indonesia yang cukup populer seperti Fortuner, Pajero, Innova, Avanza, dan Brio. Semuanya sudah ada pengembangan untuk mengisi pasar di Indonesia," lanjutnya.
Penjelasan soal produk Eibach untuk bagian suspensi adalah sebagai berikut: suspensi mobil didukung per dan shockbreaker atau shockabsorber. Per mobil berfungsi menahan guncangan, sedangkan shockbreaker berfungsi untuk menopang kinerja per.
Para pengguna kendaraan roda empat Indonesia umumnya mengganti suspensi original mobilnya dengan produk Eibach agar mendapatkan performa berkendara yang lebih mulus.
"Kalau ada polisi tidur, biasanya mobil yang per standar melewati polisi tidur ataupun jalan yang bergelombang mobil itu biasanya akan naik, dengan diubahnya menggunakan per Eibach ini guncangan akan diredam karena waktu mobil naik ini akan diredam dengan produk ini," kata Yudhi Budhitresno sembari menambahkan suspensi mobil yang diminati para pengguna di negeri kita diproduksi di pabrik Eibach di Tiongkok.
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Ini yang Perlu Dilakukan Pemilik Kendaraan saat Didatangi Petugas Samsat
-
Cukup Tunjukkan SIM C Beli Motor Listrik di PRJ 2026 Dapat Subsidi 10 Juta
-
Gejala Kerusakan Shockbreaker Mobil Apa Saja? Simak Tanda Penting Berikut
-
Bagaimana Cara Membedakan Onderdil Mitsubishi yang Asli dan Palsu?
-
Penjualan Anjlok 87 Persen, Kia Kapok Jualan Sedan dan Pilih Suntik Mati
-
Harga Masih Misteri, Spesifikasi Hyundai Ioniq 3 Setara BYD Apa?
-
Harga Selisih Jauh, Motor Listrik Yamaha Aerox E vs Aerox 155 Lebih Kencang Mana?
-
Yamaha Dua Kali Naikan Harga Oli Yamalube Dalam Dua Bulan
-
Tunda Nyicil PCX: Intip 5 Mobil Hatchback Termurah dan Irit Bensin Rekomendasi Pakar
-
Chery Indonesia Bongkar Penyebab Tiggo Cross Terbakar di Bandung