Suara.com - Hampir setiap pejabat tentu punya koleksi kendaraan, pun demikian dengan Ganjar Pranowo, mantan Gubernur Jawa Tengah sekaligus salah satu calon presiden pada Pilpres 2024.
Menurut LHKPN 2023, salah satu hal yang menarik dari Ganjar Pranowo adalah koleksi kendaraannya yang beragam.
Ganjar memiliki enam kendaraan, empat di antaranya adalah mobil dan dua adalah motor.
Koleksi Ganjar kini
Menurut LHKPN yang dirilis KPK pada 23 Oktober 2023, salah satu mobil yang dimilikinya adalah Nissan Teana Minibus tahun 2013, yang dibelinya dengan hasil kerja kerasnya sendiri seharga Rp. 180.000.000.
Mobil kedua yang dimilikinya adalah Mitsubishi Pajero Sport tahun 2018, yang juga dibelinya dengan hasil sendiri seharga Rp. 450.000.000. Mobil ini adalah mobil SUV yang tangguh dan nyaman.
Mobil ketiga yang dimilikinya adalah Toyota Crown tahun 2008, yang juga dibelinya dengan hasil sendiri seharga Rp. 185.000.000.
Mobil keempat yang dimilikinya adalah Hyundai Ioniq EV Signature AT tahun 2021, yang juga dibelinya dengan hasil sendiri seharga Rp. 550.000.000.
Mobil ini adalah mobil listrik yang ramah lingkungan dan hemat energi, dengan baterai lithium-ion polymer, transmisi otomatis satu percepatan, dan sistem navigasi pintar.
Baca Juga: Huawei Tertangkap Mulai Uji Coba Mobil Listrik
Selain mobil, Ganjar juga memiliki dua motor yang tidak kalah menarik. Motor pertama yang dimilikinya adalah Viar Scooter tahun 2018, yang dibelinya dengan hasil sendiri seharga Rp. 9.000.000.
Motor kedua yang dimilikinya adalah Kawasaki ER-6n tahun 2012, yang dibelinya dengan hasil sendiri seharga Rp. 50.000.000.
Motor ini adalah motor sport naked bike yang sporty dan powerful, dengan mesin dua silinder paralel, transmisi manual enam percepatan, dan rem cakram depan dan belakang.
Koleksi Ganjar di tahun 2003
Menurut LHKPN 2003, kala itu Ganjar rupanya cuma punya dua unit kendaran, yakni sebuah Honda Astrea 1994 yang ia perloleh tahun 1998. Kala itu, motor tersebut punya taksiran nilai 7,5 juta rupiah.
Sementara itu koleksi lainnya adalah mobil Mazda 626 tahun pembuatan 1989 yang ia peroleh tahun 2003.
Berita Terkait
-
Huawei Tertangkap Mulai Uji Coba Mobil Listrik
-
Mobil Xiaomi akan Dijejali Teknologi Racikan Nvidia? Begini Bocorannya
-
Logo Honda Berubah Wujud, Ini Alasannya
-
Pantas Punya Moge Senilai Ratusan Juta, Tarif Ceramah Ustaz Solmed Bisa Buat Jajan Ribuan Honda BeAT
-
Honda Win 'Reinkarnasi', Harga Lebih Murah dari BeAT
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif