Suara.com - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso di Indonesia, menghadirkan Fuso Canter Bus yaitu Bus Chassis kelas 4 Ban dengan konfigurasi Complete Bus.
Dengan menggunakan unit Fuso Canter FE71L BC yang sudah lengkap dengan body bus, model ini hadir untuk menjawab kebutuhan unit di sektor industri pariwisata dan angkutan penumpang.
Canter Bus hadir dalam dua jenis warna yaitu Solid White dan Silver Metalic, dengan panjang kendaraan mencapai 6,5 meter menghadirkan ruang kabin yang lebih lega untuk kenyamanan penumpang.
“Kalau untuk sasis dibandingkan dengan Espassio sudah ada improvement jadi tidak 100 persen sama makanya kita tambah kapasitas memang kalau dibandingkan Espasio kalau seandainya samain persis artinya tidak ada perkembangan. Jadi tidak sama persis,” ujar M Fata Zulfiqhi selaku Trainer 3S Training Department PT KTB, di Bandung, (29/2/2024).
Untuk urusan fitur, Canter Bus sudah dilengkapi dengan LCD Screen yang terintegrasi dengan kamera mundur sehingga menambah fitur keamanan bagi pengemudi saat parkir dan Front Stabilizer yang membuat kendaraan lebih stabil.
Memiliki kapasitas angkut ruang bagasi yang lega tanpa mengorbankan kapasitas dan kenyamanan penumpang. Kursi baris terakhir dapat dilipat apabila sedang tidak digunakan sehingga dapat lebih fleksibel untuk memberikan ekstra ruang bagasi.
Terdapat juga Iluminasi LED Logo Canter Bus berwarna biru pada plafon dan tangga untuk menguatkan branding Canter Bus dan memberikan kesan interior yang lebih mewah.
Selain kapasitas kursi 19 penumpang +1 driver, Canter Bus juga sudah menggunakan material lantai PVC untuk memudahkan perawatan.
Canter Bus ditawarkan dengan empat pilihan, yaitu Canter Bus FE71L BC N, Canter Bus FE71L BCL N, Canter Bus FE71 BC N, Canter Bus FE71L BC N yang seluruhnya ditawarkan dengan transmisi manual 4x2. Harganya sendiri dipatok mulai dari Rp329,6 juta sampai Rp552,4 juta off the road.
Baca Juga: Sasar Sektor Pariwisata, Fuso Canter Bus Ditargetkan Terjual 50 Unit Per Bulan
Berita Terkait
-
Sasar Sektor Pariwisata, Fuso Canter Bus Ditargetkan Terjual 50 Unit Per Bulan
-
Mitsubishi Fuso eCanter Lebih Dulu Tersedia di Hong Kong, Indonesia Menyusul?
-
Fuso Canter FE 84GS Jawab Kebutuhan Konsumen di Sektor Logistik
-
Mitsubishi Fuso Pertahankan Posisi Pemimpin Pasar Kendaraan Niaga
-
Penuhi Kebutuhan Konsumen, Mitsubishi Fuso Hadirkan Dealer 3S di Bukittinggi
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Perbandingan Motor Listrik Yamaha EC-06 dan Yamaha E01 untuk Harian
-
Terpopuler: Motor Bekas Adventure, Motor Listrik Baru Yamaha Harga Mirip Aerox
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Irit yang Masih Sangat Layak Dipakai Driver Online
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif